Tampilan Desktop


Ini Cerita Menteri Pertanian Dibalik Suksesnya Jadi Pengusaha Hingga Jadi Menteri
403 Dibaca

ZONASULTRA.COM, ANDOOLO- Bagi publik Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya masyarakat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), sosok Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman sudah tak asing lagi.

Ia cukup dikenal berkat berbagai usahanya dibidang pertanian, perkebunan hingga bisnis pertambangan yang gulitinya selama bertahun-tahun di Sultra. Disela-sela kunjungan kerjanya melakukan panen raya padi di desa Lere, Kecamatan Basala, Konsel, Sabtu (24/10/2015), Amran mengaku serasa pulang kampung.

Amran bercerita berada di Sultra kurang lebih 8 tahun dan 4 tahun menjalankan bisninya di Konsel. Ia juga mengingat masa-masa kerjanya bersama beberapa rekannya yang juga hadir dalam kegiatan panen raya padi sawah di Desa Lere tersebut.

“Ini bagian pembentukan  diri kami, dimana kami berjuang saat itu masih menjadi pegawai harian lepas (PHL),” kenangnya.

Bahkan menurutnya, gaji yang diterimanya pun saat masih bertugas di kabupaten itu senilai Rp.150 ribu per bulan, bahkan pernah sama sekali tidak digaji selama tiga bulan berturut-turut. Namun dirinya tidak pernah menyerah akan pengabdian dan perjuangan tersebut.

“Jadi, sahabat saya masih banyak di sini dan masih banyak yang PHL. Perbedaannya sederhana, yakni kita memulai dari niat saja dan syukur,” ujar Amran.

Diceritakannya, saat masih tinggal di Kecamatan Andoolo, dirinya bersama beberapa kawannya pun sering berjalan kaki menempuh beberapa lokasi pertanian di daerah itu yang jaraknya puluhan kilo meter.

“Kami berjalan kaki dari Andoolo tiap hari, dan itu kami lakukan selama setahun lebih. Bahkan terkadang Indomie kami simpan di saku karena makan saja susah,” ujarnya.

Syawal, kawan dekat Mentan itu membenarkan apa yang dikatakan oleh Menteri tersebut. Bahkan saat ini dirinya merasa bangga punya sahabat yang menjadi menteri.

“Dulu kami sering sama-sama. Namun yang tidak dilupa yaitu pak Amran orangnya dermawan serta tak pernah lupa dengan kawan-kawannya,” ucapnya saat ditemui awak Zonasultra.com.

Jadi Pengusaha

Data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Wilayah Sultra, menteri yang terkenal setelah menemukan racun tikus itu memiliki sedikitnya 10 investasi di bidang ekstraktif yang tersebar di daerah ini.

Melalui bendera PT Tiran Group, Amran memiliki perusahaan pertambangan emas dan nikel di Bombana dan Konawe Utara serta investasi perkebunan sawit dan tebu di Konawe Selatan.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, ada 10 Perusahaan yang masuk dalam unit bisnis Tiran Group adalah sebagai berikut; PT Tiran Indonesia (tambang emas), PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan sawit), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (emas, timah hitam), PT Tiran Mineral (tambang nikel), PT Amrul Nadin (SPBU percontohan Maros), CV Empos Tiran (produsen rodentisida), CV Profita Lestari (distributor pestisida), CV Empos (distributor Semen Tonasa), PT Bahteramas (pabrik gula di Konawe Selatan).

PT Tiran Group bekerjasama dengan perusahaan Timur Tengah akan membangun dua unit pabrik gula di Kabupaten Konawe Selatan, untuk menjawab kekurangan kebutuhan gula khususnya di wilayah kawasan Indonesia Timur yang mencapai 240 ribu ton gula per tahun.

Menteri

Dipilihnya Amran Sulaiman sebagai menteri pertanian RI dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, disebut-sebut tak lepas dari peran Jusuf Kalla yang sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan.

JK yang sukses meneruskan usaha almarhum orang tuanya hingga menjadi salah satu saudagar kaya dan terpandang di Indonesia Timur, sejak dulu mengenal Amran Sulaiman.

Keduanya pun kini bersama-sama dalam pemerintahan. Bedanya, JK kini menjadi wakil presiden, sedangkan Amran Sulaiman menjadi pembantu Jokowi-JK dalam kabinet kerja. Kedekatan keduanya itulah diyakini sehingga Amran dipilih menjadi menteri pertanian dari sekian banyak tokoh yang disodorkan publik untuk mengisi posisi menteri ini.

Disamping itu, tentu pengalaman Amran Sulaiman yang merupakan lulusan S1, S2, S3 Pertanian Universitas Hasanuddin dan bekerja sebagai Pegawai PTPN XIV, Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar, mengantarnya sebagai menteri pertanian.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

1 Comment

  1. Awal 14 Maret 2016 at 2:12 am

    Saya tidak sepakat dengan ulasan terpilihnya bapak andi amran sulaiman menjadi menteri pertanian karena pengaruh kedekatan dengan JK selaku wakil presiden, dari mana sumber informasi ini dan seakurat bagaimana sumbernya hingga di publikasikan disini, kalau alasan kedekatan kedaerahan dan pekerjaan dengan JK menurut sy itu hanya kebetulan saja, disisi lain bapak andi amran sulaiman memang memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk posisi tersebut, dan terakhir sebagai catatan bahwa posisi tersebut bukan permintaan dari beliau bukan pula buah dari transaksi politik.
    Jadi salut untuk bapak andi amran sulaiman

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com