Tampilan Desktop


Ini Komentar Mendagri Soal Sikap Gubernur Yang Menolak Lantik Surunuddin-Arsalim
530 Dibaca

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Menteri Dalam Negeri (Medagri) Tjahjo Kumolo terpaksa mengambil alih pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunnudin Dangga-Arsalim, Selasa (23/2/2016) di Jakarta. Hal ini dikarenakan Gubernur Sultra, Nur Alam menolak melantiknya pasangan tersebut.

Ini Komentar Mendagri Soal Sikap Gubernur Yang Menolak Lantik Surunuddin-Arsalim

Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo mengungkapkan, alasan Nur Alam tidak melantik pasangan Surunuddin-Arsalim karena masih adanya masalah hukum dan tengah menunggu keputusan hukum tetap.

“Menurut saya pelantikan tetap jalan saja,” kata Tjahjo melalui via pesan singkat dengan wartawan zonasultra.com, Rabu (24/2/2016).

Kata Tjahjo, proses hukum biarkan tetap berjalan dan tinggal menunggu keputusannya di Mahkamah Agung (MA).

Namun ia menekankan asas praduga tak bersalah harus dikedepankan. “Proses hukum jalan terus, keputusan hukum nanti jadi dasar selanjutnya,” ujar Tjahjo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Konawe Selatan mengajukan banding ke MA atas putusan hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar yang memenangkan gugatan pasangan calon bupati dan wakil bupati Muh. Endang-Nurfa Thalib.

Pasangan ini mengajukan gugatan terkait keputusan KPU setempat yang meloloskan Wakil Bupati terpilih, Arsalim yang berstatus sebagai PNS. Padahal yang bersangkutan tidak mengantongi izin dari atasannya sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disamping itu, menurut pengunguat, Arsalim masih menerima gaji saat saat pencalonan hingga ditetapkan sebagai calon oleh KPU.

 

Penulis : Ilham Surahmin
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com