Tampilan Desktop



Ini Penyebab Eksekusi Lahan di Kampung Bugis Ricuh
27 Dibaca

Kuasa hukum warga korban eksekusi lahan, Dahlan Moga, mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam eksekusi tersebut. Pertama, lahan yang disengketakan hanya 1.200 meter persegi, t

Kuasa hukum warga korban eksekusi lahan, Dahlan Moga, mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam eksekusi tersebut. Pertama, lahan yang disengketakan hanya 1.200 meter persegi, tapi yang hendak disita mencapai 13.000 meter persegi.
Kedua, pembacaan berita acara putusan melanggar hukum acara pengadilan karena tidak dilakukan di obyek sengketa melainkan di tempat lain. Ketiga, sikap dan perilaku juru sita yang dinilai tidak menunjukkan etika sebagai seorang penegak hukum.
“Tadi saya tanya juru sitanya bernama Muhammad Yusuf. Kenapa saudara mencantumkan 13.000 meter persegi sementara dalam perkara itu hanya seluas 1.200 meter persegi. Tetapi dia malah memaki saya dengan sebutan kotor. Apakah itu jawaban seorang lembaga pengadilan,” kata Dahlan kepada wartawan.
Dahlan mengatakan, akan melaporkan bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak pengadilan. Dia juga meminta agar aparat keamanan untuk memposisikan diri sebagai pihak pengamanan, bukan sebagai pihak yang turut serta dalam perkara.
Meskipun demikian, pihaknya tidak akan mengajukan peninjauan kembali atas putusan tersebut. Alasannya, pihak pengadilan salah melakukan eksekusi lahan sehingga dinilai melanggar hukum. Jadi, bukan soal putusannya melainkan materi putusan yang salah sasaran.
Sementara itu Juru Sita PN Kendari Muhammad Yusuf menjelaskan, perkara ini sebenarnya sudah pada tahap kasasi di Mahkamah Agung. Bahkan, perkara ini sudah berlangsung selama 20 tahun sejak 1985. Putusan MA keluar tahun 1998 dan sebelumnya pernah dilakukan eksekusi namun batal karena masyarakat bertahan.
Pada eksekusi kali ini, juru sita bertindak tegas dan merobohkan rumah-rumah warga di lahan sengketa tersebut. Meski sempat memberikan perlawanan, namun akhirnya warga hanya pasrah dan menangis melihat rumah mereka dihancurkan menggunakan alat barat.(*/Randi)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free