Tampilan Desktop



Inilah Rekomendasi DPRD Butur Atasi Krisis Listrik
37 Dibaca

Poin pertama yakni, PLN Sub Ranting Ereke segera memperbaiki mesin yang rusak dan menyalakan lampu Kedua, Kadistamben segera membuat surat resmi yang ditunjukan ke Rayon Baubau agar Sub Rayon Area ad

Poin pertama yakni, PLN Sub Ranting Ereke segera memperbaiki mesin yang rusak dan menyalakan lampu Kedua, Kadistamben segera membuat surat resmi yang ditunjukan ke Rayon Baubau agar Sub Rayon Area ada di Butur supaya segala persoalan bisa diselesaikan di Butur, ketiga pihak Distamben segera membuat perencanaan yang matang mengenai kebutuhan listrik di Butur dan segera mungkin membuat perencanaan pembelian mesin baru melalui Perusahaan Daerah (PD). 
Poin keempat, Pemda Butur, PLN Sub Ranting Ereke dan perwakilan masyarakat segera mekomunikasikan bersama baik menyangkut pelayanan dan operasionalnya.
Pada RDP tersebut dipimpin langsung wakil ketua II DPRD Butur Salam Sahadia, dan dihadiri Ketua Komisi II Harwis Hari, Rahmadio (Wakil ketua I), Almunatzir (Ketua Baleg), Hasriati Ali dan Alias Dadi. Sementara pihak Pemda Butur hadir Kadistamben Armin, sedangkan pihak PLN Sub Ranting Ereke dihadiri langsung oleh pimpinannya, Dahniar. 
Situasi krisis listrik ini nampaknya membuat geram juga anggota DPRD Butur yang hadir. Pasalnya, kepala PLN Sub Ranting Ereke dicercah dengan puluhan pertanyaan.
Sebelumnya, dalam RDP tersebut yang dipimpin wakil ketua DPRD, Salam Sahadia mempersoalkan ketidak terbukaan informasi dari pihak PLN sehingga persoalan listrik ini terus berlanjut. 
“Kalau memang PLN dari tahun lalu terbuka, maka kami sebagai wakil rakyat akan sama-sama untuk mencarikan solusinya dengan mekanisme yang tidak melanggar aturan. Itu mengenai, apakah bisa pihak Pemda Butur menganggarkan untuk pembelian mesin baru. Nah ini yang tidak pernah dijelaskan oleh pihak PLN,” kata Salam Sahadia.
Anggota DPRD lainnya Almunatzir mengatakan, kalau pihak PLN Sub Ranting Ereke hingga saat ini tidak mempunyai perencanaan yang bagus mengenai kebutuhan daya listrik di Butur. Harus diketahui, kata dia, listrik ini merupakan kebutuhan primer yang sangat mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat.
“Saya yakin pihak PLN tidak mempunyai perencanaan yang bagus atas kebutuhan listrik di Butur ini. Ini kan harus ada, agar kebutuhan listrik di Butur bisa terpenuhi. Kalau ini dilakukan, tinggal kita liat apa kendalanya, maka akan dilakukan solusi jangka panjang,” ujar anggota komisi II ini.
Terkait rencana Pemda untuk menyewa mesin, menurut politisi Partai PAN ini bukan suatu solusi, karena yang perlu dicarikan adalah solusi jangka panjang dengan mengadakan mesin baru. (BACA JUGA :Mesin Genset PLN Ereke Semuanya Bekas, Kepala PLN : Defisit Listrik 1000 KW)   
“Mau menyewa itu solusi jangka pendek, dan sampai kapan akan kita lakukan itu. Yang perlu saat ini kita cari solusi jangka panjangnya,” kata Almunatzir.
Sementara itu, Kadistamben Butur Armin mengungkapkan, pihaknya sudah cukup berupaya mengatasi krisis listrik ini. Bahkan dirinya sudah sampai di Kementerian mengkonsultasikan kondisi tersebut. Menurutnya, kalau dilakukan pembelian mesin baru, anggarannya sekitar Rp.7 miliar dan sudah mampu memenuhi kebutuhan listrik di Butur. 
“Saya baru saja dari Kementerian mengkonsultasikan mengenai situasi listrik di sini. Bahkan saya sempat menanyakan tentang mekanisme jika mesin bisa diadakan oleh pihak Pemda. Dan jawabannya itu bisa. Jadi solusinya saat ini, hanya pada pengadaan mesin baru,” ujar dia.(Dar)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free