Izin Lima Maskapai dan 61 Penerbangan Dibekukan, Termasuk Rute Baubau-Makassar

0

Baca juga : Izin Tak Lengkap, Wings Air rute Makassar-Baubau Untuk Sementara Dibekukan)

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam konferensi persnya, Jumat (9/1/2015) sore, menjelaskan, kelima maskapai yang dimaksud di antaranya, Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Trans Nusa, serta Susi Air. (Baca juga : Izin Tak Lengkap, Wings Air rute Makassar-Baubau Untuk Sementara Dibekukan)

Dari lima maskapai tersebut, jumlah pelanggaran yang dilakukan pun bervariasi, di antaranya Garuda memiliki empat pelanggaran, Trans Nusa satu pelanggaran, Susi Air tiga pelanggaran, Wings Air 18 pelanggaran, dan yang paling banyak adalah Lion Air dengan 35 pelanggaran.

“Maskapai-maskapai tersebut yang saat ini kami berikan sanksi dengan membekukan penerbangannya,” jelas Ignasius.

Saat ditanya rute mana saja yang penerbangannya dibekukan, Ignasius enggan menjawab. Dia hanya menjelaskan proses yang harus dilakukan kelima maskapai itu agar bisa kembali beroperasi. (Baca juga : Diduga Tak Miliki Izin Terbang, Penumpang Lion Air Tujuan Baubau Tertahan di Makassar)

“Jika ingin izin penerbangannya kembali dibuka, dapat kembali mengajukan izin penerbangan. Kalau sudah maka akan segera diproses untuk selanjutnya sanksi pembekuan penerbangan akan dibuka,” ujarnya.

Akibat sanksi pembekuan penerbangan ini, puluhan calon penumpang Lion Air dari Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Bandara Betoambari di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, terpaksa dibatalkan penerbangannya dan akan dialihkan dengan menggunakan penerbangan lain. (Baca juga : Garuda Airlines Tujuan Baubau-Makassar Delay Empat Jam, Penumpang Protes)

Sebaliknya, para calon penumpang dari Baubau menuju Makassar terpaksa harus mengembalikan tiket mereka dan menggunakan penerbangan maskapai lainnya. Sementara maskapai Garuda, sempat mengalami delay selama empat jam di Bandara Betoambari yang akan menuju Bandara Sultan Hasanuddin. (*/Dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here