Tampilan Desktop


Jaga Kelestarian Kerbau Rawa, Mahasiswa Peternakan UHO Buat Replika
116 Dibaca

jaga-kelestarian-kerbau-rawa-mahasiswa-peternakan-uho-buat-replika

Replika : Replika Kerbau Rawa Sulawesi Tenggara (Sultra) karya mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO). (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Mahasiswa Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) menampilkan replika dari Kerbau Rawa Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Expo Universitas Halu Oleo (UHO) 2016.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Peternakan, Nurul mengungkapkan sengaja mengangkat Kerbau Rawa menjadi salah satu ikon dalam pameran expo kali ini, guna menyadarkan masyarakat tentang populasi Kerbau Rawa di Sultra, yang semakin menurun.

“Kami memilih kerbau rawa menjadi salah satu ikon kami, yaitu untuk mengajak masyarakat agar menjaga kelestarian Kerbau Rawa, khususnya di Sultra,” ucap Nurul saat ditemui di Stand Expo UHO 2016, Kamis (13/10/2016).

Replika Kerbau Rawa ini sendiri, merupakan 100 persen karya dari mahasiswa Fakultas Peternakan UHO, yang dirangkai dari bahan-bahan sederhana seperti bambu, gabus, dan kertas perkamen, yang waktu pembuatannya memakan waktu 2 minggu.

Dia juga mengungkapkan, sebagai salah satu fakultas yang memperlajari tentang hewan, hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk menumbuhkan kesadaran dimasyarakat, akan pentingnya pelestarian hewan penghasil daging, susu, pupuk organik, serta biogas ini, yang bisa membantu perekonomian Sultra khususnya.

Menurunnya populasi Kerbau Rawa ini dikarenakan peran kerbau sebagai sumber pendapatan masyarakat nyaris terlupakan, bahkan populasinya tidak berkembang, serta pengeluaran kerbau keluar Sultra dan laju reproduksi dan produktivitasnya yang terbatas telah menyebabkan populasi kerbau di Sultra terkuras.

Berita Terkait :
Sastra Prancis UHO Beri Kursus Bahasa Prancis Gratis pada Pengunjung Expo
Penerbangan Pesawat Udara Nir Awak Warnai Pembukaan Expo UHO

Untuk diketahui, populasi kerbau di Sultra mengalami penurunan yang cukup signifikan, sejak tahun 2010 hingga 2014 silam, penurunan populasi kerbau di Sultra mencapai 56,35 persen, yang tadinya pada tahun 2010 terdapat 5294 ekor, di tahun 2014 menjadi 2311 ekor.

Untuk itu, tambah Nurul, diperlukan perhatian dari semua pihak untuk pelestarian dan pengembangan kerbau lokal Sultra. (A)

 

Reporter: Sri Rahayu
Editor : Kiki

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com