Tampilan Desktop



Jumat Barokah, Pemda Konut Benahi Desa Terpencil di Kaki Gunung Amorome
160 Dibaca

Jumat Barokah, Pemda Konut Benahi Desa Terpencil di Kaki Gunung Amorome PEMBENAHAN RUMAH – Bupati Konut, Ruksamin didampingi Sekda Konut Marthya serta unsur pimpinan TNI, Polri melakukan pembenahan rumah serta penyaluran bantuan di Desa Amorome Utama Kecamatan Asera. Dalam kegiatan itu juga melibatkan langsung seluruh kepala SKPD dan jajaran ASN Konut.(Jefri/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Jumat Barokah di Desa Amorome Utama, Kecamatan Asera. Dalam kegiatan itu, Bupati Konut Ruksamin menyalurkan berbagai bantuan.

Di Desa Amorome Utama, Pemkab Konut memberikan bantuan berupa pembenahan 47 rumah warga, fasilitas olah raga, rumah ibadah, pelayanan kesehatan dan KB gratis, pembagian tangki semprot bagi para petani dan pemberian bibit sayur.

Di Desa Amorome Utama, Pemkab Konut memberikan bantuan berupa pembenahan 47 rumah warga, fasilitas olah raga, rumah ibadah, pelayanan kesehatan dan KB gratis, pembagian tangki semprot bagi para petani dan pemberian bibit sayur.

Menurut Ruksamin, program Jumat Barokah yang dijalankan tiap bulan sekali di 13 kecamatan bukan semata-mata untuk mencari popularitas. Program ini bertujuan untuk melihat dan merasakan lagsung kondisi kehidupan masyarakat yang dipimpinnya.

Jumat Barokah, Pemda Konut Benahi Desa Terpencil di Kaki Gunung Amorome“Bantuan yang kami salurkan itu hanya sampingan saja. Inti kegiatan ini ialah silaturahmi dan melihat kondisi masyarakat serta yang terpenting kita sama-sama melaksanakan yasinan dan doa bersama karena salah satu kunci kesuksekan kita adalah doa,” ungkap Ruksamin dalam sambutannya sesaat sebelum menyalurkan bantuan di desa itu, Sabtu (5/7/2017).

Dikatakan, program Jumat barokah berperan penting dalam meminimalisir desa-desa yang tergolong sangat terpencil dan jauh dari perhatian pemerintah agar lebih baik dan maju. Untuk wilayah Konut, tak sedikt desa yang membutuhkan sarana dan prasarana seperti listrik, air bersih, fasilitas pendidikan, rumah ibadah dan peningkatan ekonomi masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan.

“Inilah tujuan kami. Saya sengaja bawa 42 SKPD saya supaya dapat merasakan dan melihat langsung apa yang harus dilakukan ke depannya sehingga betul-betul tepat sasaran. Dan untuk para kepala SKPD silahkan lihat apa yang menjadi kebutuhan untuk kita anggarakan di tahun depan,” ujarnya.

Desa Amorome Utama terletak di Kecamatan Asera. Desa ini merupakan salah satu desa yang masuk golongan sangat terpencil dari 159 desa yang berada di wilayah Konut. Desa ini hanya memiliki 47 kepala keluarga (KK). Desa Amorome Utama merupakan hasil pemekeran dari Desa Asera yang kini berubah status menjadi Kelurahan Asera.

Desa Amorome Utama berada di kaki gunung Asera, berjarak sekitar 25 kilometer dari ibu kota Wanggudu. Desa yang telah berdiri sejak 2010 itu duulunya sangat jauh dari perhatian pemerintah. Fasilitas seperti pos pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, lahan pertanian juga tak ada. Alhasil sebagian besar anak di desa itu tak bersekolah.

Jalan yang menanjak dan berbatu menjadi salah satu alasan warga di desa itu tak mensekolahkan anaknya. Ditambah tak memiliki alat transportasi untuk menempuh jalur itu. Untuk berjalan kaki menuju jalan poros berjarak 8 kilometer dari puncak gunung dengan waktu dua sampai tiga jam.

Jumat Barokah, Pemda Konut Benahi Desa Terpencil di Kaki Gunung AmoromeRata-rata warga desa ini hidup dari hasil kebun dan bertani dengan penghasilan yang juga tak seberapa.

“Listrik juga tidak ada sejak mekar. Nanti baru-baru ini warga di sini dapat bantuan fasilitas tenaga surya dari pusat. Masyarakat di sini sama sekali jauh dari perhatian pemerintah. Sudah pernah ajukan bantuan tapi belum direalisasikan,” kata Djunadin, Kepala Desa Amorome Utama pada awak Zonasultra.com.

“Selama ini baru bupati yang sekarang (Ruksamin) mau datang ke sini lihat kehidupan kita. Alhamdulillah sudah disampaikan bahwa tahun depan akan didirikan sekolah di sini, namanya SD 12 Asera. Listrik juga segera akan dimasukkan di desa ini. Kami sangat senang sekali pemerintah mau perhatikan kami,” tambah Djumadin.

Suri (45) warga setempat merasa sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan terpadu yang dilakukan pemda setempat dalam kegiatan Jumat barokah. Dirinya berharap pemerintah dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan di wilayah itu. Mengingat letaknya yang jauh dan terpencil menjadi salah penyebab minimnya fasilitas kesehatan.

“Kalau ada yang sakit parah kita kasi naik motor karena di sini tidak ada mobil, pelayanan kesehatan juga ada tapi petugasnya lagi. Kami harap pemerintah bisa atasi masalah ini,” ujarnya. (B)

 

Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Jumriati

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free