Tampilan Desktop



Kairo Tak Akan Jadi Ibukota Mesir Lagi
48 Dibaca

Seperti dikutip dari BBC Indonesia, Sabtu (14/3/2015), rencana itu dikemukakan dalam konferensi investasi di Kota Sharm el-Sheikh. Pemindahan ibukota itu disusun demi mengurangi beban kemacetan dan p

Seperti dikutip dari BBC Indonesia, Sabtu (14/3/2015), rencana itu dikemukakan dalam konferensi investasi di Kota Sharm el-Sheikh. Pemindahan ibukota itu disusun demi mengurangi beban kemacetan dan populasi Kairo. Sejauh ini, rencana tersebut disambut hangat oleh para investor dari Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Apabila diakumulasikan, jumlah investasi dan bantuan yang sepakat mereka gelontorkan mencapai 12 miliar dolar AS atau Rp 158,8 triliun.
Pembangunan ibu kota baru dilandasi oleh perkiraan pemerintah Mesir bahwa populasi Kairo dalam 40 tahun mendatang bakal mencapai 36 juta jiwa atau dua kali lipat dari jumlah saat ini. Jika ibu kota dipindahkan dari Kairo, semua gedung pemerintahan Mesir dan kedutaan asing akan turut hijrah.
“Kami bermaksud membuat ibu kota kelas dunia,” kata Menteri Perumahan Mesir, Mostafa Madbouly.
Selain menampung gedung-gedung pemerintahan, ibu kota baru tersebut akan memuat sedikitnya 2.000 sekolah, kampus, dan 600 fasilitas kesehatan. Luas kota dirancang membentang pada lahan 700 kilometer persegi dan dihuni sekitar lima juta penduduk.
Adapun lokasi kota yang belum dinamai itu terletak di koridor antara Kairo dan Laut Merah sehingga terhubung dengan rute perkapalan.
Pengembang ibu kota baru Mesir ialah Capital City Partners, dana investasi real estat swasta yang dipimpin Mohamed Alabbar dari Uni Emirat Arab. Pria tersebut berpengalaman membangun gedung tertinggi dunia, Burj Khalifa di Dubai.
“Kota itu bakal menjadi perluasan alami dari Kairo,” kata Alabbar kepada BBC.
Sebagaimana dilaporkan koresponden BBC di Mesir, Orla Guerin, ibu kota baru Mesir tersebut bakal seluas Singapura dan memiliki bandara yang lebih besar dari Bandara Heathrow di London. Meski demikian, pembangunan mahabesar itu kini tergantung pada kondisi politik yang berimbas pada kondisi ekonomi.
Investasi asing langsung Mesir terjun bebas sejak revolusi 2011 lalu. Dari 13 miliar dolar AS pada 2007-2008, investasi asing langsung Mesir kini mengerdil hingga 2,2 miliar dolar AS.
Pertumbuhan ekonomi pun setali tiga uang. Meski sempat menembus tujuh persen, pertumbuhan ekonomi Mesir kini hanya dua persen. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Mesir hingga Juli 2015 mencapai 3,8 persen dan meningkat ke 4,3 persen pada 2015-2016.(*/)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free