Tampilan Desktop


Kapal Penumpang Kendari-Wanci Sering Mati Mesin, Syahbandar Kok Diam Saja
144 Dibaca

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI- Akhir-akhir ini, penumpang kapal tujuan Wanci-Kendari dan Wanci-Baubau sering kali mengeluhkan kondisi kapal yang tak layak operasi terutama karena sering mati mesin saat melakukan pelayarannya, sehingga penumpang harus terlantar dan terombang-ambing di tengah laut. Baru-baru ini, 30 Maret lalu kapal Aksar 03 tujuan Kendari-Ereke-Wanci mengalamai kerusakan (mati) mesin di tengah laut yang menyebabkan kapal tersebut terpaksa kembali ke pelabuhan Kendari. (Baca juga : Kapal Tujuan Ereke-Wakatobi Rusak di Tengah Laut)

Catatan redaksi zonasultra.com, dalam beberapa tahun terakhir ini, kecelakaan pelayaran kapal penumpang khususnya antar pulau sudah sering kali terjadi. Agustus 2014 lalu, KM Uki Raya karam di perairan Buton yang menyebabkan dua orang warga meninggal dunia. (Baca juga : Dihantam Ombak, Seorang Penumpang KM Uki Raya Tewas di Perairan Buton)

Yang lebih tragis lagi, kecelakaan KM Acita III rute Tomia-Baubau pada Otober 2017 silam. Kapal yang memuat 100 lebih penumpang itu tenggelam di Selat Buton, sekitar 9 kilometer dari daratan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Puluhan penumpang dilaporkan tewas dan sebagian lagi hilang dan tak ditemukan.

Kuat dugaan jika Surat Izin Akuntan Pelayaran (SAP) kapal–kapal tersebut bermasalah. Hal itu juga seiring adanya aturan terbaru dari kementrian perhubungan yang melakukan penertiban pelayaran, yang menegaskan para awak kapal,terutama kapten(Nahkoda) kapal harus bersertifikat pelayaran,sementara diduga para nahkoda pada kapal itu belum bersertifikat.

Anehnya, meski sering mengalami kerusakan mesin dan para pemilik kapal sering kali mengabaikan standar operasional terutama jaminan keselamatan jiwa penumpang, namun pihak perhubungan dan Syahbandar tak melakukan tindakan apa-apa.

Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Wakatobi melalui Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut, Abdul Karim A, menyatakan jika pihaknya hanya berweang menangani pelayaran kapal-kapal kecil antar pulau dalam wilayah Wakatobi saja, sementara kapal besar tujuan Wanci-Ereke, Kendari dan Wanci-Baubai ditangani oleh Syahbandar.

“Kalau pelayaran yang kami tangani adalah kapal-kapal dibawah GT7 yang berlayar ke Wakatobi sendiri, seperti kapal dari Wanci ke pulau Kaledupa atau ke Pulau Tomia yang dimana diatur oleh SKK jarak 60 mil, di atas itu merupakan tanggung jawab  sahbandar”, kata Abdul Karim, Rabu (6/5/2015).

Pihak Sahbandar ketika ditemui awak media ini enggan memberi penjelasan terkait hal itu. Pelaksana harian Syahbandar Baubau wilayah kerja Wanca Abdul Rahim, berdalih jika dirinya tidak berwenang menjelaskan, sebab ada kepala sahbandar yang harus menjelaskan hal tersebut.

”Kepala Sahbandar masih di Baubau dalam rangka laporan, nanti datang sekitar dua minggu lagi baru ketemu, tapi saya telepon tadi katanya di sana juga pak kepala sakit, jadi saya juga tidak bisa pastikan apa dua minggu itu sudah ada atau belum,” kata Abdul Rahim. (Ahmad Dhylun)

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com