Tampilan Desktop


Kapolres Kendari Ogah Komentari Kasus Penembakan Yang Dilakukan Anggotanya
211 Dibaca

 sejumlah awak media saat hendak dikonfirmasi perihal penembakan Altisna, warga Desa Lamondowo Kecamatan Andowia Konawe Utara yang dilakukan anggotanya berinisial AL, pada Rabu subuh (10/8/2016) pukul 05.00 wita disekitar Bondoala Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe. (Foto : Murtaidin Mumu/ZONASULTRA.COM)

sejumlah awak media saat hendak dikonfirmasi perihal penembakan Altisna, warga Desa Lamondowo Kecamatan Andowia Konawe Utara yang dilakukan anggotanya berinisial AL, pada Rabu subuh (10/8/2016) pukul 05.00 wita disekitar Bondoala Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe. (Foto : Murtaidin Mumu/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Kepala kepolisian resor (Kapolres) Kota Kendari, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigit Hariadi enggan menjawab pertanyaan sejumlah awak media saat hendak dikonfirmasi perihal penembakan Altisna, warga Desa Lamondowo Kecamatan Andowia Konawe Utara yang dilakukan anggotanya berinisial AL, pada Rabu subuh (10/8/2016) pukul 05.00 wita disekitar Bondoala Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe.

Sigit Hariadi yang ikut serta mengantar jenasah Altisna di Desa Lamondowo Rabu sore pukul 16.30 wita hanya memberikan pernyataan singkat pada awak media yang telah lama menunggu dirumah korban.

“Tanya aja sama Kasat dan Humas,” katanya singkat sembari berlalu menuju mobil dinasnya.

Terkait sikap Kapolresta Kendari yang enggan memberikan komentar pada sejumlah media disayangkan oleh anggota DPRD Konawe Utara, Rasmin Kamil yang juga berada dirumah duka untuk melayat jenazah Altisna.

(Baca : Sopir Truk Asal Konut Tewas Ditembak Oknum Polisi)

Menurut Rasmin, diera keterbukaan publik saat ini tidak semestinya ada sesuatu yang harus ditutupi lagi kepada masyarakat. Kasus penembakan warga oleh oknum polisi telah tersebar luas kepublik.

“Sekarang ini kan jamannya keterbukaan informasi, dan ini sudah diketahui semua oleh publik,” kata Rasmin Kamil.

Semestinya, jajaran Polres Kota Kendari memberikan informasi secara terbuka terkait proses penembakan tersebut. Lanjut Rasmin, meski institusi kepolisian sendiri memiliki niat untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun, jika proses tidak dipublikasikan maka akan menimbulkan kecurigaan.

(Baca : Begini Kronologis Penembakan Altisna Versi Polisi)

“Ini kan ada keraguan. Saya kira bukan jamannya lagi untuk tidak mengedepankan keterbukaan,” ujarnya.

Dirinya selaku wakil rakyat, akan mengawal proses penegakan hukum kasus penembakan warga Konawe Utara itu. (A)

 

Reporter : Murtaidin Mumu
Editor : Tahir Ose

Tagged with:
JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com