Tampilan Desktop


Kasrem 143 HO: Bela Negara Tidak Sama Wajib Militer
113 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Program wajib bela negara yang dicanangkan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, ternyata tidak seperti apa yang dicemaskan oleh sebagian besar masyarakat.

Pemahaman program bela negara bukanlah seperti program wajib militer dan harus siap ikut latihan menembak dan kegiatan personil militer lainnya.

Kepala Staf Komando Resort Militer (Korem) 143/ Halu Oleo (HO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Letnan Kolonel Inf Alamsyah menjelaskan, program bela negara jauh dari istilah wajib militer seperti yang diterapkan oleh negara lain seperti Taiwan, Singapura dan korea Selatan.

“Jadi warga sipil tidak perlu khawatir soal program bela negara. Karena disini lebih ditekankan soft skill seperti kedisiplinan, taat pada peraturan, menjunjung tinggi rasa persatuan dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Jadi bukan latihan perang-perangan seperti militer,” kata Alamsyah di Kendari, Kamis (22/10/2015).

Seperti diketahui bersama, kesadaran bela negara tertuang dalam pasal 30 UU Dasar 1945 bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan UU.

Program Bela Negara sesungguhnya adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Kegiatan bela negara itu sendiri mencakup pelestarian budaya, belajar dengan rajin bagi para pelajar, taat akan hukum dan aturan-aturan negara, serta mencintai produk-produk dalam negeri dan lain sebagainya.

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com