Tampilan Desktop



Kasus Caleg Gerindra yang Tak Dilantik, KPU : Yang Bersangkutan Tak Lagi Memenuhi Syarat
27 Dibaca

Komisioner KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan batalnya Ahmad Lakori dilantik karena telah dicoret sebagai calon terpilih karena yang bersangkutan tidak lagi memenuhi persyaratan seba

Komisioner KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan batalnya Ahmad Lakori dilantik karena telah dicoret sebagai calon terpilih karena yang bersangkutan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai calon anggota DPRD sesuai UU Pemilu, karena terbukti pernah melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun atau lebih dan telah berkekuatan hukum tetap. (Berita terkait : Dirugikan KPU, Caleg Terpilih Gerindra Tuntut Kejelasan)
Ojo, sapaan akrab La Ode Abdul Natsir Muthalib menjelaskan, pencoretan Ahmad Lakori berdasarkan laporan masyarakat dan rekomendasi Panwaslu Konawe. Hal tersebut juga telah melalui upaya sengketa di Bawaslu dan PTUN Kendari dan sudah final.
Sedangkan Pemberhentian ketua dan salah satu anggota KPU Konawe karena dugaan pelanggaran kode etik, DKPP telah menjatuhkan sanksi pemberhentian sebagai anggota KPU Konawe. 
“Jadi dua hal yang berbeda kasusnya, pencoretan yang bersangkutan sebagai calon terpilih telah sesuai dengan UU Pemilu, sedangkan pemberhentian dua anggota KPU Konawe karena pelanggaran kode etik,” kata Ojo, Sabtu (14/3/2015). 
“Prinsipnya pelanggaran etika tidak selalu karena pelanggaran hukum, tetapi pelanggaran hukum sudah pasti melanggar etika. Bagi KPU proses pembatalan Samad Lakori sebagai calon terpilih sudah final,” tegasnya.
Disamping sudah final di KPU karena yang bersangkutan sudah dibatalkan berdasarkan ketentuan, penggantinya sebagai calon terpilih pun sudah dilaksanakan yaitu peringkat perolehan suara terbesar berikutnya dari partai yang sama dan dari daerah pemilihan yang sama, bahkan penggantinya sudah resmi menjadi anggota DPRD Konawe. 
“Tentu bukan lagi konteksnya berbicara penggatian Samad Lakori, karena sekali lagi bagi KPU itu sudah final. Kalaupun mengganti Kadek yang sudah dilantik, maka prosedurnya harus melalui PAW anggota DPRD, tetapi harus berdasarkan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Samad Lakori mengaku dirugikan oleh KPU Konawe karena setelah dipleno tanggal 12 Mei 2014 secara sepihak KPU Konawe membatalkan putusanya dengan SK tertanggal 21 Mei 2014 no 160. Padahal menurutnya, dia telah melalui prosedur yang sah. Ia pun melaporkan KPU Konawe yang sudah dipecat oleh DKPP itu. 
Samad yang memperoleh suara terbanyak 888 suara di daerah pemiliahan V Konawe diganti oleh suara terbanyak kedua dengan suara 772 partai Gerindra atas nama Kadek Ray Sudiyani. (Taslim) 
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free