Tampilan Desktop


Kasus TPPU Panca Logam, Mantan Kacab BRI Bombana dan Kendari Bebas
80 Dibaca

Image
Pengacara RJ Soehandoyo, Adi WarmanZONASULTRA.COM, BAUBAU- Mantan Kepala Cabang (Kacab) BRI Kendari Ishak Latief dan Kacab BRI Bombana I Nyoman Gede Artha dinyatakan bebas murni oleh Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Rabu (6/5/2015). Keduanya dinyatakan tidak bersalah sehingga dibebaskan dalam segala tuntutan. Ishak Latif menjadi terdakwa menyusul kebijakannya yang menyetujui permohonan pembukaan blokir rekening milik Falahwi Mudjur Saleh, yang merupakan mantan Kepala Biro Administrasi dan Keuangan PT. Panca Logam Makmur serta melakukan pemindah bukuan saldo sejumlah Rp 3,71 milliar. Sementara I Nyoman Gede Artha menjadi terdakwa karena diduga turut serta dengan Ishak Latief dalam kasus pembukaan blokir dan pemindahbukuan rekening milik Falahwi Mudjur Saleh.

Oleh pihak kepolisian, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp3,71 miliar yang juga menyeret Direktur PT. Panca Logam Makmur, RJ Soehandoyo, yang kini sudah ditetapkan tersangka. Bahkan pihak kepolisian sudah menetapkan Soehandoyo sebagaio daftar pencarian orang (DPO).

Menanggapi putusan PN Baubau yang membebaskan kedua mantan kepala cabang BRI tersebut, pengacara Soehandoyo, Adi Warman, mengatakan dengan adanya putusan tersebut maka secara otomatis kliennya juga harus dibebaskan dari segala tuntutan hukum yang saat ini sedang ditangani penyidik Polda Sultra.

Dengan adanya putusan bebas murni tersebut, menurut Adi Warman, maka seluruh kasus yang berkaitan dengan kliennya saat ini harus dicabut kembali. “Saat ini Polda Sultra telah menetapkan klien saya sebagai tersangka dalam kasus TPPU itu harus dicabut,” terangnya.

Pihak pengacara RJ Soehandoyo mengaku sudah menghubungi penyidik Polda Sultra untuk meminta menghentikan proses hukum yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, penyidik Polda Sultra menetapkan RJ Soehandoyo sebagai daftar pencarian orang (DPO) karena dianggap mangkir dari panggilan kepolisian. Dilain pihak, pihak Soehandoyo melalui pengacanya Adi Warman mengugat Polda Sultra senilai Rp.1 triliun.

Gugatan tersebut dilakukan karena penetapan tersangka hingga upaya pihak Polda Sultra untuk melakukan penjemputan paksa terhadap kliennya, dianggap menyalahi aturan.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian sebelumnya telah menetapkan dua orang tersangka yakni mantan Kepala Cabang (Kacab) BRI Kendari Ishak Latief dan Kacab BRI Bombana I Nyoman Gede Artha sebagai tersangka. Keduanya pun sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Baubau. (Mulyadi)

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com

© Copyright 2016 - PT. Citra Media Abadi