Tampilan Desktop


Kecam Tindakan Kepolisian di Wawonii, Walhi Desak Kapolri Lakukan Penyelidikan
71 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian Polres Kendari bersama Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap warga di Desa Polara, Desa Tondonggito, Desa Waturai dan Desa Kekea, Pulau Wawonii, Kabupate Konawe Kepulauan (Konkep), menuai banyak kecaman dari banyak pihak. (Berita terkait : Diduga Terlibat Pembakaran Fasilitas Tambang, Polisi Tangkap dan Tembaki Warga)

Salah satu lembaga yang getol menyuarakan penghentian tindakan kekerasan oleh aparat kepolisian, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra, mendesak Kepala Kepolisian RI (Kapolri) untuk segera melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap tindakan aparat kepolisian. Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari dianggap paling bertanggungjawab atas tindakan kekerasan terhadap para petani yang berjuang mempertahankan tanah leluhur mereka yang dirampas oleh pihak perusahaan tambang.
“Tindakan aparat kepolisian sangat berlebihan. Banyak warga petani menjadi korban kekerasan ini. Karena itu kami meminta pak Kapolda dan Kapolres Kendari untuk bertanggungjawab terhadap tindakan bawahannya yang sudah melampauhi batas,” kata Kisran Makati, Direktur ED Walhi Sultra dalam siaran persnya, Jum’at (8/5/2015).
Dalam pernyataan sikapnya, Walhi mendesak kapolisian Kendari untuk memulihkan nama baik Muamar (29), yang dikriminaslisasi pihak kepolisian Kendari, mendesak Gubernur Sultra segera mencabut SK Bupati Nomor:63/2007 yang menjadi dasar beroperasinya pertambangan PT Derawan Berjaya Mainning (DBM), sekaligus menyelesaikan konflik agraria di Pulau Wawonii dengan mengembalikan tanah rakyat Wawonii dan mendesak pemerintahan Jokowi segera melaksanakan reforma agraria sejati dan segera membentuk badan khusus penyelesain konflik agraria untuk menyelesaikan konflik-konflik agraria di tanah air. 
 
Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap beberapa warga. Pada 3 Mei 2015 pukul 04.00 Wita, warga menghadang Brimob yang membawa Muamar (29) dan Hasrudin (24) ke Pantai Oreo, tempat bersandarnya kapal speed boat milik Brimob. Hadangan warga disambut dengan tembakan dari Brimob sehingga dua orang warga menjadi korban luka tembak. Mereka adalah Adam (28) yang ditembak dua kali di bagian punggung dan Malinta (35) yang ditembak di telapak tangan kanan. Selain itu ada 12 orang yang luka-luka karena dianiaya oleh 3 pleton pasukan Brimob.
Atas tindakan kepolisian ini, ratusan warga Wawonii berbondong-bondong datang ke Kendari dan melakukan aksi unjukrasa di depan Mapolres Kendari dan kantor Gubernur Sultra. Warga menuntut rekan mereka yang ditahan untuk dibebaskan.
Konflik agraria antara warga di Wawonii dengan PT Derawan Berjaya Mainning (DBM) sudah terjadi sejak 2007. Melalui SK Bupati Nomor:63/2007, Bupati Konawe memasukkan lahan milik warga secara semena-mena kedalam Izin Untuk Pertambangan (IUP) PT DBM. Akhirnya areal pertambangan seluas 10.070 hektar menjadi konflik agraria yang belum selesai sampai sekarang.
Warga yang tanahnya dirampas oleh PT DBM, merespon tindakan tersebut dengan menyerbu dan membakar kamp milik PT DBM 8 Maret lalu. Warga marah karena tanah mereka, termasuk tanah leluhurnya dijadikan wilayah tambang PT DBM. Atas kejadian ini maka pihak Kepolisian melakukan penyerbuan ke empat desa di Wawonii untuk menangkap tokoh-tokoh masayarakat, sekaligus memberikan intimidasi kepada warga agar tidak mengganggu PT DBM. 
Terkait tindakan aparat kepolisian ini, Kapolres Kendari AKBP Ilham Saparona, mengatakan penembakan yang dilakukan petugas kepolisian saat tengah melakukan penangkapan tersangka pembakaran fasilitas perusahaan tambang PT DBM di Konawe Kepulauan (Konkep), Minggu (3/5/2015) lalu, sudah sesuai standar operasional (SOP). Itu terpaksa dilakukan karena sekelompok warga melakukan perlawanan. (Azwirman)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com