Tampilan Desktop



Kejar Momen Libur Akhir Tahun, Kemenpar Genjot Promosi ke Tiongkok
24 Dibaca

pesona indonesia, wonderful indonesia

Ilustrasi

 

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin getol mengeksplorasi pasar wisatawan Tiongkok. Terbaru, Kementerian yang diremote langsung oleh Arief Yahya itu berpartisipasi di ajang China International Travel Mart (CITM) yang akan berlangsung di Kunming, Yunnan, Tiongkok pada 17 hingga 19 September 2017.

Wonderful Indonesia dengan balutan ikon kapal phinisi akan dipromosikan habis-habisan. “10 Bali Baru” dan destinasi keren lainnya akan disuguhkan ke masyarakat Tiongkok. Bali, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo hingga Manado akan disuguhkan. Dijamin mereka akan terpesona dan langsung tertarik berkunjung ke Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan, ada alasan yang kuat kenapa Wonderful Indonesia begitu massif dipromosikan di kota-kota di Tiongkok. Tidak terbatas di kota tier-1 seperti Shanghai, Beijing, Guangzhou dan Shenzen, tapi juga di kota tier-2 seperti Hefei, Wuxi, Hangzhou, Xian juga Kunming.

“Karena jumlah outbound wisatawan Tiongkok adalah yang terbesar di dunia. Mencapai 120 juta, tapi yang ke Indonesia tidak sampai 2 persen, masih di angka 1,4 juta orang, dan ini adalah momentum promosi jelang libur akhir tahun 2016, ” ujar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu.

Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar untuk wisatawan Cina ke Indonesia masih sangat besar. Apalagi, lanjut Pitana, karakter destinasi wisata di Indonesia sangat disukai wisatawan Cina. Mereka biasanya sangat menikmati keindahan pantai dan alam bawah laut. Untuk urusan destinasi bawah laut, Indonesia memang rajanya.

Manado misalnya, ada Taman Laut Bunaken yang sudah terkenal untuk kegiatan snorkeling, diving dan wisata bahari lainnya. Lalu ada Taman Nasional Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah, Raja Ampat, Wakatobi, juga tidak ketinggalan Bali yang selalu menjadi favorit.

Strategi menyasar wisatawan Tiongkok, lanjut Pitana, terbukti efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Data BPS menyebutkan, pada tahun 2015 jumlah wisatawan Cina yang berkunjung ke Indonesia berada di peringkat ke-3 yaitu sebanyak 1.141.330 orang. Atau sebesar 11 persen dari jumlah wisman nasional secara keseluruhan.

Kemudian di tahun 2016 jumlahnya naik dan berada di peringkat ke-2 sebesar 1.452.971 orang atau 11 persen dari jumlah wisman nasional. Posisi Cina berada satu peringkat di bawah Singapura di urutan pertama.

Sedangkan pada periode Januari hingga September 2017, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman Cina telah mencapai 1.103.503. Naik 45,68 persen dari periode yang sama di tahun lalu sebesar 1.606.615 orang.

“Jumlah ini tentunya kita harapkan bertambah seiring momen libur akhir tahun. Cina adalah pasar potensial,” kata Pitana.

Vinsensius Jemadu memaparkan, dalam usaha menggaet pasar Cina di ajang ini, Kementerian Pariwisata telah mempersiapkan segalanya dengan baik.

Paviliun Indonesia yang menempati lahan seluas 234 M2 dengan ikon kapal Phinisi akan mudah menarik perhatian. Ditambah lagi dengan paduan keanekaragaman seni budaya yang akan ditampilkan tim kesenian Wonderful Indonesia.

“Juga lagi makanan dan minuman khas Indonesia. Semuanya akan disuguhkan. Selain alamnya, wisatawan Tiongkok ini juga sangat tertarik dengan makanan dan budaya Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa VJ ini.

Dalam mempromosikan dan menjual paket-paket wisata, Kementerian Pariwisata memfasilitasi 40 industri pariwisata yang terdiri dari dari airlines, hotel, travel agent, cruise line serta operator selam. “Selain itu juga keikutsertaan dari 11 dinas pariwisata provinsi,” ujar VJ.

Selain pameran dan penjualan, ada misi penting yang diemban dalam kegiatan ini nantiny. Yakni tim Wonderful Indonesia akan memberikan informasi terkini berkaitan dengan kondisi Gunung Agung di Bali. Seperti diketahui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menurunkan status Gunung Agung dari “awas” ke “siaga”. “Ini sekaligus untuk menepis isu-isu negatif yang beredar di Cina,” ujar VJ.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, turunnya status Gunung Agung diharapkan dapat mendorong minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali semakin tinggi. Apalagi akan memasuki libur akhir tahun di Desember 2017 hingga Januari 2018 atau peak seasons. Promosi ke Tiongkok ini pun dikatakan Menpar sebagai bagian dari strategi marketing dan promosi meningkatkan kunjungan di akhir tahun.

Sekaligus memberikan informasi yang aktual dan faktual tentang kondisi Bali pasca-aktivitas Gunung Agung. Untuk mencitrakan Bali yang siap menyambut kunjungan di akhir tahun serta meningkatkan kunjungan wisman dari Tiongkok. Bali siap menyambut Peak Seasons.

“Dengan berbagai potensi dan peluang yang ada, Tiongkok tetap menjadi prioritas. Kami yakin bisa mengoptimalkan situasi ini untuk terus memberikan dampak positif bagi pariwisata Indonesia,” ungkap Menpar Arief Yahya. (*)

 

 

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com