Tampilan Desktop


Kejari Wangi-Wangi Garap Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa
502 Dibaca

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI– Kejaksaan Negeri (Kejari) Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi penggunaan dana yang dilakukan oleh sejumlah kepala desa (Kades) di daerah itu.

ilustrasi dugaan korupsi

Ilustrasi

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Wangi-Wangi Dwianto Agung Wibowo mengatakan, saat ini ada tiga desa di pulau Wangi-Wangi sedang proses penyelidikan, penyidikan hingga penetapan tersangka. Ketiga desa tersebut adalah kades Maleko, Sombu dan Mola Bahari.

“Kades Sombu sedang tahap penyelidikan, Kades Maleko sudah naik ke tahap penyidikan dan Kades Mola Bahari sudah ditetapkan jadi tersangka,” kata Dwianto Agung Wibowo, Jumat (14/10/2016).

Menurut Dwianto Agung Wibowo, dari beberapa desa yang sedang ditangani Kejari, bermula dari adanya laporan masyarakat. Setelah dipelajari, ternyata ada unsur pidana dan langsung tindak lanjuti.

“Yang jelasnya, semua laporan masyarakat terkait penyimpangan anggaran pembangunan tetap kami tindak lanjuti,” katanya.

Meski Kades Mola Bahari telah ditetapkan jadi tersangka, namun pihak kejari belum mengetahui berapa jumlah kerugian negara, sebab masih dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKB) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ditanya terkait penyimpangan apa yang dilakukan Kades Mola Bahari, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan hingga ditetapkan jadi tersangka, Kasi Intel Kejari Wangi-Wangi mengatakan dari hasil penyidikan dengan melibatkan sejumlah saksi-saksi ditemukan perbedaan rancangan program dengan realisasi.

“Jadi Kades Mola Bahari ini setelah kami lakukan serangkaian penyidikan, realisasi program seperti fisik tidak sesuai dengan besaran anggaran seperti perencanaan awal. Dan itu diakui oleh mamsing-masing pihak yang diperiksa,” kata Dwianto Agung Wibowo.

Lebih lanjut Dwianto Agung Wibowo menjelaskan, penyimpangan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dibeberapa desa di Kabupaten Wakatobi diakibatkan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) para kades. (B)

 

Reporter: Duriani
Editor  : Rustam

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com