Tampilan Desktop


Kejati Sultra Tangani 38 Kasus Korupsi
100 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kurun waktu enam bulan terakhir ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), tengah menyelesaikan 38 perkara korupsi atau tindak pidana khusus. Hal itu diungkapkan, Kepala Kejati Sultra, Hj. Andi Nurwinah usai memimpin upacara peringatan HUT Adhyaksa ke-55 yang di gelar di kantor Kejati Sultra, Rabu (22/7/2015).

38 perkara korupsi itu sudah masuk dalam proses penyelidikan. Diakui Nurwinah, jumlah tersebut mengalami peningkatan dari jumlah semester pertama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 7 kasus ditingkatnya menjadi sidik. Sementara 31 kasus lainnya, tengah dalam proses pendalaman.

“Untuk produk kami sepanjang tahun 2015 ini, sudah ada 36 kasus pidana khusus yang sudah dipersidangkan. Produk terbanyak ada pada kami dengan 7 kasus, sementara sisanya tersebar di 9 kejasaan lainnya. Dari semua yang disidangkan, beberapa diantaranya sudah ada yang putus. Namun ada juga yang melakukan upaya banding,” ungkapnya.

Andi Nurwinah memaparkan, selama Januari hingga Juli untuk bidang intelejen terdapat 19 kegiatan penyelidikan berdasarkan surat perintah intelejen. Dari jumlah tersebut, 15 kasus telah diselesaikan. Sementara empat sisanya masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata). Selain itu, intelejen Kejati juga telah mengeluarkan surat perintah pelacakan ases dan berhasil menuntaskan satu kasus.

Sedangkan untuk Pidana Umum (Pidum), pihaknya, telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang masuk sebanyak 118 perkara. Perkara yang masuk cukup beragam, mulai dari narkoba pembunuhan dan kasus pidana umum lainnya. Berkas 90 perkara telah ditindaklanjuti penyidik kepolisian. Dari semuanya, sudah ada 53 kasus yang telah disidangkan.

Untuk kinerja Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) selama satu sementer ini, Kejati Sultra telah menyepakati 55 MoU, baik dari Pemda, BUMD dan BUMN. Sementara untuk Surat Kuasa Khusus (KSS) 196 yang terbit. “Biasanya SKK yang seperti ini ada di Desember. Namun tahun ini malah sudah ada di pertengahan tahun,” katanya.

Lanjut Nurwinah, melalui instrumen Datun, pihaknya juga telah menyelamatkan keuangan negara sebanyak Rp 1,64 miliar. “Menyusul juga, kami telah menyelamatkan aset tanah provinsi dengan nilai asetnya yang sebesar Rp 35 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, untuk program pengawasan terkait jaksa atau tata usaha yang bandel, sejauh ini ada 11 laporan yang masuk. Dari laporan tersebut, 4 diantaranya terbukti melanggar. Dua diantaranya adalah jaksa dengan kasus penyelewengan dalam rumah tangga. Sementara dua lainnya dilakukan oleh tata usaha, yang malas berkantor.

“Untuk indikasi pemerasan tidak ada yang terbukti. Kalaupun ada yang memasukan laporannya terkait tindakan itu, biasanya hanya bersifat surat kaleng. Mana mungkin kami akan menghukum anggota kami juga pelapornya saja tidak jelas,” tandasnya.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com