Tampilan Desktop



Kemenkes Tempatkan 347 Tenaga Kesehatan, Konawe dan Buton Selatan Dapat
254 Dibaca

Kemenkes Tempatkan 347 Tenaga Kesehatan, Konawe dan Buton Selatan Dapat NOTA KESEPAHAMAN – Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Usman Sumantri mewakili Menteri bersama para bupati berbagai daerah dalam acara Penandatangan Nota Kesepahaman Antara Kemenkes dengan Pemerintah Daerah Kabupaten di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017). (Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menempatkan tenaga kesehatan Nusantara Sehat (Nakes) angkatan pertama tahun ini. Sebanyak 347 tenaga kesehatan yang terhimpun dalam 60 tim akan ditempatkan di 18 provinsi, 50 kabupaten, 60 Puskesmas di Indonesia untuk dua tahun penugasan.

“Program Nusantara Sehat merupakan upaya terobosan pemenuhan tenaga untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan Puskesmas dengan kriteria terpencil atau sangat terpencil terutama di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan,” ujar Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Usman Sumantri mewakili Menteri Kesehatan Nila Moeloek di acara Penandatangan Nota Kesepahaman Antara Kemenkes dengan Pemerintah Daerah Kabupaten di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017).

Penempatan Nakes angkatan kedua 2017 baru sampai pada tahap tes tertulis dan wawancara. Sementara seleksi Nakes angkatan ketiga 2017 direncanakan akan dilakukan akhir bulan Juli atau awal Agustus 2017.

Sebelumnya, dua daerah yakni Kabupaten Konawe (Puskesmas Latoma) dan Kabupaten Muna (Puskesmas Pasikolaga dan Batu Kara) mendapat penempatan Nakes untuk tahun anggaran 2016.

Sementara untuk tahun ini, hanya Konawe yang mendapatkan Nakes kembali ditambah dengan daerah Buton Selatan (Busel). Hadir disini Bupati Konawe Kery Konggoasa dan Pj Bupati Busel, Ila Ladamay bersama bupati daerah lainnya untuk penandatanganan nota kesepahaman program kesehatan tersebut.

Proses pelaksanaan program Nusantara Sehat dilakukan melalui lima tahapan implementasi yakni, pertama survey dan penentuan lokasi, kedua rekruitmen /seleksi secara online dan direct assesment. Ketiga pelatihan pembekalan peserta sebelum keberangkatan dan keempat penempatan.

“Terakhir sistem monitoring dan evaluasi yang terdiri dari evaluasi tengah tahun penempatan, masa transisi dan orientasi masa penugasan,” pungkas Usman. (A)

 

Reporter: Rizki Arifiani
Editor: Jumriati

Tagged with: ,
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free