Tampilan Desktop

Kemungkinan Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Alkes Dinkes Koltim
134 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) yang melibatkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kolaka Timur (Koltim) mulai memasuki babak baru. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi, kasus yang menyeret Heri Faisal itu, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka menemukan kemungkinan akan adanya tersangka baru. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejari Kolaka, Jefferdian di kantornya, Rabu (17/6/2015).

Jefferdian memprediksi kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus korupsi yang bersumber dari empat item anggaran itu tergantung dari hasil pengembangan pemeriksaan dari 30 orang saksi, termasuk tersangka utama, Heri Faisal. Sayangnya, Jefferdian tak mau berkomenter lebih terkait hal itu.

Tiga puluh orang saksi yang telah diperiksa oleh penyidik Kejari Kolaka terdiri berbagai pihak. “Saksinya ada dari kontraktor, pegawai Dinkes Koltim, beberapa orang kepala Puskesmas. Semua saksi itu merupakan orang yang kita duga mengetahui aliran dana dalam kasus ini. Dan yang lebih penting lagi, para saksi itu memiliki hubungan yang konstant terhadap pekerjaanya,” kata Jefferdian kepada wartawan, Rabu (17/6/2015)

Jefferdian menambahkan, modus operandi yang dilakukan tersangka dalam kasus ini adalah beberapa kegiatan proyek di Dinas Kesehatan Koltim itu dilaksanakan tidak sesuai dengan yang semestinya. Contohnya pengadaan barang dan jasa seperti obat-obatan, alat kesehatan, perjalanan dinas dan honor pegawai PTT yang tidak dibayarkan.

Berdasarkan hitungan sementara penyidik Kejari Kolaka, kasus dugaan tinda pidana korupsi yang dilakukan oleh Heri Faisal itu merugikan negera sebesar Rp.700 juta. Uang tersebut digelapkan melalui proyek pengadaan alat kesehatan, dana penelitian studi sanitasi, pemotongan honor Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan uang perjalan dinas yang dilakukan secara berulang-ulang.

“Itu hitungan sementara penyidik. Untuk angka pastinya kita masih tunggu hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kendari. Penyidik kami sudah berkoordinasi BPKP, tinggal kita tunggu saja hasil auditnya,” kata Jefferdian.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com