Tampilan Desktop


Kendari Bakal Miliki RTH Terbaru, Wisata Traking Mangrove Namanya
310 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Mewujudkan visi Kota Kendari tahun 2020 sebagai kota dalam taman yang maju, demokratis dan sejahtera serta untuk menunjang pembangunan Kota Kendari yang  cukup pesat, Pemeritah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas umum bagi masyarakat ibukota provinsi Sulawesi Tenggara ini.

Salah satunya fasilitas wisata yang diberi nama traking mangrove.Traking mangrove atau taman air merupakan salah satu konsep yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pemkot Kendari.Wali Kota Kendari Asrun mengatakan, kawasan wisata air ini akan dikembangkan di Kelurahan Bungkutoko dan Teluk Kendari.

Selain sebagai lokasi wisata, kawasan ini juga bisa berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan sarana pendidikan.“Saya fokus untuk mempertahankan mangrove itu dengan membuatnya aktif sebagai tempat wisata sekaligus ruang terbuka hijau serta bisa juga digunakan sebagai sarana edukasi yang bisa di akses oleh masyarakat,” kata Asrun baru-baru ini.
 
Rencana desain tracking mangrove BungkutokoPerencaan ekowisata mangrove, kata Asrun diharapkan dapat mengangkat nilai Kota Kendari agar dikenal lebih luas lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.

Pihaknya, kata Asrun juga akan tetap berkomitmen untuk terus menambah jumlah dan luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga 60 persen.“Prisipnya kita buat tracking tetapi kita upayakan seminimal mungkin tidak merusak mangrove yang ada bahkan kalau ada hewan seperti burung kita akan pertahankan, juga dilarang membawa senapan angin,” ujarnya. Rencananya program ini akan dikerjakan selama 2 tahun.

tinjau trakingUntuk kawasan Bungkutoko akan disinergiskan dengan pembangunan pelabuhan sehingga pelabuhan tersebut berkonsep ekoport atau pelabuhan ramah lingkungan. Sedangkan di kawasan Teluk Kendari akan ditata menjadi kawasan strategis karena letaknya di tengah kota dan juga bisa menjadi identitas atau landmark Kota Kendari.

Terkait dengan status kepemilikan lahan, Asrun menambahkan, saat ini Pemkot Kendari sedang mengidentifikasi ke Badan Pertanahan Negara (BPN), meskipun lahan tersebut berada di wilayah laut.

Traking Mangrove Selamatkan Teluk KendariPemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah menyiapkan lahan pembangunan kawasan tracking mangrove di Pulau Bungkutoko dan di Bibir Teluk Kendari, Kelurahan Lahundape.Dua kawasan tracking mangrove tersebut ditangani oleh dua SKPD yakni dinas kelautan dan perikanan untuk kawasan tracking Bungkutoko dan badan lingkungan hidup untuk kawasan tracking mangrove Lahundape.

walikota kendari Asrun saat meninjau lokasi traking mangrove di Kelurahan BungkutokoKepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari Agus Salim Safrullah mengatakan, untuk tahap awal lahan pembangunan kawasan ekowisata alam tracking mangrove Bungkutoko memiliki luas kurang lebih dua hektar. “Lokasi ekowisata alam tracking mangrove berdekatan dengan Pelabuhan Kontainer Bungkutoko,” katanya.

Adapun anggaran pembangunan kawasan ekowisata tersebut, kata Agus bersumber dari pemerintah pusat dengan total dana kurang lebih Rp 1,5 miliar. Tracking mangrove ini dibangun dengan tujuan untuk pendidikan, penelitian dan tujuan wisata darat dengan cara membangun beberapa fasilitas pendukung. Pembangunan kawasan ekowisata tracking mangrove Bungkutoko ini juga merupakan upaya pelestarian mangrove di kota ini. Kawasan ini dibangun dengan anggaran satu tahun. Kawasan ini akan tuntas tahun 2016,” katanya.
 
tracking mangroveSementara untuk kawasan tracking mangrove Lahundape tahun ini baru mendapat anggaran Rp 400 juta yang merupakan sharing dana dari dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari APBN dan APBD Kota Kendari untuk memulai pembangunan kawasan kurang lebih satu hektar dari tiga zona kawasan yang sudah dibuat master plannya.
 
“Ini merupakan bagian penataan kawasan mangrove di Teluk Kendari, baru bisa tangani sekitar ratusan meter persegi. Master plannya sudah ada. Di dalam kawasan akan dibuat gazebo, tracking untuk pejalan kaki, termasuk bangunan menara pantau,” kata Kepala BLH Kendari, Rusnani.
 
Dalam penataan kawasan tracking mangrove tersebut, katanya, Pemkot Kendari berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar bisa berbagi peran dan pendananaan untuk mempercepat penanganan seluruh kawasan mangrove hingga ke Muara Kali Wanggu.
 
Mangrove ini adalah bagian dari RTH Kendari. Sayang jika tidak dimanfaatkan atau ditata dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat wisata. Ini adalah upaya penyelamatan mangrove agar tetap dijaga kelestariannya.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com