Tampilan Desktop



Kerusakan Jalan di Morosi dan Meluhu Berlarut-larut, Konut Kian Terisolasi
600 Dibaca

Jalan Penghubung Rusak Berat, Harga Elpiji 3 Kilo di Konut Tembus Rp 35 RibuJALAN RUSAK – Ruas jalan di Kecamatan Morosi serta Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe kian parah. Puluhan mobil kandas ditengah kubangan lumpur. Imbasnya, sejumlah barang dan bahan makan di pasaran wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut) melonjak naik. (Jefri/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Masalah kerusakan ruas jalan di kecamatan Morosi serta jalan di kecamatan Meluhu kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kian berlarut-larut. Baik pemerintah kabupaten ataupun pemerintah provinsi seakan tak ambil pusing.

Padahal kedua jalur jalan itu merupakan satu-satunya akses untuk menjangkau kabupaten Konawe Utara (Konut). Sebuah daerah otonom yang baru dimekarkan dari kabupaten induknya, Konawe tahun 2007 silam.

Sejak beberapa bulan lalu, ruas jalan di kecamatan Morosi rusak parah. Tak semua jenis kendaraan dapat melintasi mendan itu. Kubangan lumpur memenuhi ruas jalan sepanjang puluhan kilo meter.

Hal yang sama juga terjadi di jalan poros kecamatan Meluhu menuju kecamatan Lasolo. Jalannya berliku, berbatu, terjal dan berlumpur. Di sisi jalan membentang jurang yang siap menerkam nyawa pengguna jalan. Sepanjang jalan juga ada kubangan.

Sekitar sebulan lalu, jalan ini masih bisa digunakan para pemudik untuk pulang kampung.

Namun karena kerusakan jalan itu dibiarkan saja, kondisinya kini semakin semrawut. Hanya mobil dobule cabin yang bisa melewati kedua jalan tersebut. Itupun masih terseok-seok berjibaku dengan genangan lumpur.

Imbasnya, daerah Konut terisolasi. Tak ada jalan mulus yang bisa dilintasi kendaraan. Padahal, daerah ini mengandalkan kota Kendari dan Unaaha sebagai daerah pemasok bahan makanan dan energi.

Masyarakat pun kini diperhadapkan pada kenyataan pahit lain. Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga mahal. Sama halnya dengan bahan bakar minyak (BBM), tabung LPG, sayuran dan semua barang yang berasal dari kota Kendari.

Bayangkan, harga gas LPG yang mencapai Rp 35 ribu pertabung. Harga sembako naik darastis, hingga dua kali lipat dari harga standart. Sementara, masyarakat Konut yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sudah pasti tak sanggup membeli dengan harga yang selangit itu.

Pun, harga sayuran di wilayah yang dipimpin oleh Ruksamin-Raup itu ikut moroket juga, gara-gara rusaknya jalur jalan itu. Dari harga Rp 5 ribu pertiga ikat sayur, kini menjadi Rp 7 Ribu perikat. Cabai merah dari Rp 35 perliter naik menjadi Rp 60 ribu perliter. Disusul bawang merah dan putih, tomat, ikan, ayam potong yang juga naik dranstis dari harga normalnya.

Berita Terkait : Jalan Penghubung Lasolo-Meluhu Rusak, Pengendara yang Melintas Dikenakan Tarif Jasa Perbaikan

Mirda, salah satu pedagang sayuran di Konut mengatakan dirinya terpaksa harus menjual diatas harga normal kerena kondisi jalan yang ditempuh untuk masuk wilayah Konut memakan biyaya banyak.
Tak hanya bahan bakar dan waktunya yang tersita, situasi jalan yang parah saat melintas kerap kali membuat kendaraanya rusak dan memakan biaya banyak.

“Kita sesuaikan juga harganya. Kalau di pasar tempat lain harganya normal. Kalau di Konut yah, agak mahal kita jual karena jalan masuk ke Konut parah sekali. Bensinya saja sudah makan dua kali lipat. Belum lagi kita juga kan beli dipengumpul, baru jual kembali dipasar,” kata Mirda temui saat menjajakan daganganya, Senin (17/7/2017).

Jalan Penghubung Rusak Berat, Harga Elpiji 3 Kilo di Konut Tembus Rp 35 Ribu

Hal senada juga dikatakan Kamrin. Pria yang juga berprofesi sebagai pedagang itu mengungkapkan, kerusakan jalan merupakan penyebab utama terjadinya pembengkakan harga kebutuhan dapur. Karena sulitnya para distributor untuk memasokkan barang daganganya diwilayah penghasil nikel dan sawit itu.

Baca Juga : Jalan Rusak Parah, Tarif Angkutan Penumpang Lasolo-Meluhu Meroket

“Yah, sudah beginimi selagi jalannya masih rusak pasti harga barang di Konut naik. Karena susahnya untuk masuk di Konut. Baru sekarang juga para distributor agak malas mi mau kasi masuk barangnya, lebih baik dia bawa ke tempat lain karena lebih banyak biaya masuk dari pada yang didapat, itumi kebanyakan stock barang kosong,” terangnya.

Marni, ibu rumah tangga (IRT) dijumpai saat sedang berbelanja sangat menyayangkan sikap pemerintah terkait yang kurang tanggap dengan kondisi jalan tersebut.

Kata dia, pemerintah sebagai penanggung jawab harusnya peka dengan kondisi jalan yang terjadi dan segera mengambil tindakan untuk mencari solusi agar masyarakat tak menjadi korban.

“Kasian kita ini masyarakat kecil, sudah kebutahan hidup pas-pasan datang lagi harga jualan naik kita ini semakin kesusahan. Bukan main ini semua harga jualan dipasar naikmi semua keluhkan gara-gara jalan. Mana lagi kalau kita mau keluar lewati itu jalan resikonya tinggi karena berbahaya. Kami minta Pemerintah ada perhatianlah kasian kita masyarakat kecil jadi korban,” kesalnya. (B)

 

Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Abdul Saban

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free