Tampilan Desktop


Ketua DPD RI Tersangka, La Ode Ida: Ini Kecelakaan Paling Parah
960 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman telah ditetapkan tersangka oleh KPK, Sabtu (17/9/2016). Irman yang memasuki periode kedua sebagai Ketua DPD RI dijerat atas dugaan suap terkait pengurusan kuota gula impor.

Laode Ida

Laode Ida

Menanggapi hal itu mantan Wakil Ketua DPD RI (2004-2014) La Ode Ida mengatakan, sepanjang pengalamannya bersama Irman di DPD tak pernah terbayangkan seperti yang terjadi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Sebab Irman dikenal sebagai figur pebisnis yang mapan dan suka membantu sesama.

“Kabar tersebut membuat saya sangat terpukul dan sedih. Lembaga yang pernah saya pimpin 10 tahun terkena musibah sebesar ini. Ini adalah kecelakaan paling parah bagi lembaga wakil daerah itu,” kata La Ode Ida yang kini sudah menjadi pimpinan Ombudsman RI melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu (17/9/2016).

La Ode Ida mengakui, sosok Irman Gusman merupakan seorang pebisnis dan pelobi yang sangat ulung. Dengan lobi-lobi itulah diduga Irman mendapat apresiasi, sehingga membuatnya tertangkap tangan oleh KPK dengan temuan uang Rp. 100 juta.

Nilai Rp. 100 juta dinilai angka yang kecil jika dibandingkan dengan korupsi-korupsi pejabat lainnya termasuk di Sulawesi Tenggara. Namun demikian, kata La Ode Ida hal itu sangat merusak citra DPD di mata publik.

Kasus yang menimpa Ketua DPD RI tersebut harus diproses secara hukum dengan baik, sehingga akan terbuka kebenaran yang berkeadilan. Lanjut La Ode Ida, di sisi lain kenyataan itu akan membuat posisi DPD kian sulit untuk memperkuat posisi kewenangan kelembagaannya.

(Berita Terkait : KPK Tetapkan Ketua DPD RI Tersangka Suap Impor Gula)

“Sebab akan dianggap bahwa memperkuat kewenangan DPD hanya akan memperbanyak orang-orang di lembaga politik yang berperilaku korup,” ujar La Ode Ida.

La Ode Ida mengungkapkan dulu selama 10 mimpimpin lembaga DPD bersama Ginanjar (Ketua DPD 2004-2009) dan juga Irman Gusman (Ketua DPD 2009-2014), citra dan marwah lembaga dapat dijaga dengan baik. Diharapkan peristiwa tersebut menjadi menjadi pelajaran berharga dan terakhir bagi orang-orang yang ada di DPD. (A)

 

Reporter : Muhammad Taslim Dalma
Editor      : Kiki

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com