Tampilan Desktop


Ketua DPR RI Minta Penegak Hukum Dalami Informasi Keterkaitan Aparat Dalam Bisnis Narkoba
39 Dibaca

Ketua DPR RI Ade Komarudin

DPR RI : Ketua DPR RI Ade Komarudin saat memberikan tanggapan informasi keterkaitan aparat dalam bisnis narkoba terpidana mati Freddy Budiman, Kamis (4/8/2016). (Foto : Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) meminta kepada para penegak hukum untuk mendalami informasi-informasi yang beredar terkait keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba sebagaimana yang diceritakan gembong narkoba, Fredy Budiman kepada Koordinator Kontras Haris Azhar sesaat sebelum dieksekusi mati beberapa waktu lalu.

Menurut Akom, TNI, Polri dan BNN merupakan tiga institusi yang harus dijaga marwah kehormatannya. Tetapi informasi yang disampaikan oleh Haris harus didalami.

“Menurutnya saya informasi itu cukup penting untuk didalami dan ditindaklanjuti tentang kebenaranya,” ujar Akom saat ditemui di Gedung Nusantara III DPR RI Senayan, Kamis (4/8/2016).

Sebelumnya, Koordinator untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengungkapkan dugaan keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba yang dilakukan Fredy Budiman terpidana mati yang telah dieksekusi. Sebelum Freddy Budiman dieksekusi mati pada Jumat (29/7/2016) dini hari, Haris mengungkapkan kepada publik.

Freddy bercerita beberapa oknum aparat BNN, Polri, dan cukai turut membantu bisnis haramnya dan diduga menerima keuntungan hingga ratusan miliar. Hal ini menjadi sorotan bagi aparat penegak hukum.

Akom sendiri menilai narkoba sebagai masalah yang serius dan membahayakan secara nasional. “Patut kita dalami benar masalah itu, pada saat saya berkunjung ke penjara-penjara di tanah air, 60% napi terkait dengan narkoba, di penjara pun masih tetap beroperasi,” ungkap politisi Golkar ini.

Bahkan secara anggaran Akom menegaskan harus memberikan perhatian khusus terhadap masalah narkoba.

Keterkaitan aparat dalam bisnis haram Freddy menjadi bola liar saat ini. Namun Akom juga menghimbau untuk menjaga kehormatan institusi aparat.

“Saya ingin semuanya mendudukkan masalah secara professional, karena kita harus jaga diri Polri, BNN dan juga TNI. Ini menyangkut keamanan nasional, namun kita juga tidak boleh menyepelekan dan menganggap angin lalu semua yang disampaikan oleh Pak Haris itu,” ujarnya. (B)

 

Reporter : Rizki Arifiani
Editor      : Rustam

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com