Tampilan Desktop


Komisioner KPU Buton Berjudi, DKPP: Salah Menurut Etika
25 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton, Sarmudin dan Wahyudin, hampir pasti dinyatakan bersalah dan dikenakan sanksi etik atas kasus perjudian yang mereka lakukan. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menyatakan, jika menurut hukum salah, maka secara etika ausah pasti salah. (Berita Terkait: Kasus Judi Anggota DPRD dan Dua Komisioner KPU Buton Dilimpahkan ke Kejaksaan)

Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Sidang Kode Etik DKPP Saut Hamonangan usai memimpin sidang kode etik yang digelar di Sekretariat KPU Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (3/6/2015). Sebelumnya, kedua komisioner KPU Buton itu telah diputus bersalah di Pengadilan Negeri (PN) Baubau dengan tindak pidana perjudian.
“Salah menurut hukum sudah pasti salah menurut etika. Benar menurut hukum belum tentu benar menurut etika. Persoalan sanksi yang akan dijajtuhkan, segala kemungkinan bisa saja terjadi termasuk sanksi pemecatatan sebagai anggota KPU,” jelas Saut kepada wartawan.
Hamonangan mengatakan, sidang yang digelar hari hanya untuk mendengarkan tanggapan dari pengadu dalam hal ini KPU Sultra dan perwakilan masyarakat, saksi, pihak terkait (ketua dan anggota komisioner KPU Buton), serta pihak teradu (dua komisioner KPU Buton).
Sarmudin dan Wahyudin sempat memberikan pembelaan atas tudingan yang dialamatkan kepada mereka. Mereka mengaku tidak mengetahui bahwa permainan kartu yang sekadar iseng tersebut bisa berujung tindak pidana.
Sejauh ini, jenis sanksi kode etik yang akan dijatuhkan belum dapat diketahui karena masih akan melalui rapat umum, rapat rahasia tim pemeriksa, dan rapat pleno DKPP di Jakarta. Diperkirakan, tiga pekan dari sekarang putusan akhir melalui sidang pleno sudah akan dibacakan.
Seperti diketahui, Wahyudin dan Sarmudin, bersama seorang anggota DPRD Buton Selatan La Hijira serta dua warga lainnya, Musdin dan Restiana, diganjar hukuman tiga bulan kurungan penjara atas kasus tangkap tangan melakukan perjudian di Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, 25 Januari 2015 lalu. Kelima terdakwa terbukti bermain judi di tempat umum dan memenuhi unsur Pasal 303 KUHP sesuai dakwaan jaksa.(*/Taslim)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com