Tampilan Desktop


KONI Pihak Ketigakan Peralatan Olahraga, Cabor Berharap Kejadian Porprov Butur Tidak Terulang
146 Dibaca

KONI Pihak Ketigakan Peralatan Olahraga, Cabor Berharap Kejadian Porprov Butur Tidak Terulang

PERALATAN – Cabang olahraga berharap kebijakan KONI Sultra mengadakan peralatan olahraga ditangani oleh pihak ketika tidak membuat kejadian di PORPROV XII terulang. Saat itu, banyak cabang olahraga yang menolak menggunakan peralatan tersebut lantaran tidak sesuai dengan standarisasi cabang olahraga bersangkutan. Rasman/zonasultra.com

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Keputusan KONI Sulawesi Tenggara (Sultra) mempihak ketigakan peralatan cabang olahraga (Cabor) untuk PON XIX Jawa Barat mendapat tanggapan dari beberapa cabor. Rata-rata cabor berharap kejadian pada Porprov XII di Butur lalu tidak terulang.

Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sultra, M Najib Husein mengatakan, pengalaman pada Porprov XII lalu banyak cabor yang menolak peralatan teknik hasil pengadaan pihak ketiga yang ditunjuk oleh KONI Sultra. Pihaknya tentu tidak menginginkan hal tersebut terulang kembali pada PON XIX kali ini.

Najib sangat berharap KONI Sultra dalam menunjuk pihak ketiga yang mengadakan peralatan teknis benar-benar telah memiliki pengalaman dalam pengadaan peralatan olahraga. Sehingga peralatan yang diadakan bisa digunakan oleh para atlet, baik saat latihan maupun saat bertanding di PON XIX.

“PON tentunya berbeda kelasnya dengan Porprov, jadi KONI Sultra hendaknya dapat lebih jeli, sehingga ketika barang itu diadakan tidak ada lagi cabang olahraga yang komplain terhadap pengadaan peralatan teknisnya,” jelas Najib di ruang kerjanya, Sabtu (16/1/2016).

Senada dengan itu, pelatih sepak takraw Sultra, Heriansyah menuturkan, pihak ketiga yang ditunjuk melakukan pengadaan diundang oleh KONI untuk rapat bersama dengan cabang olahraga terkait peralatan teknis tersebut.

Heriansyah mengakui, langkah yang dilakukan KONI Sultra ini sudah sangat baik dalam hal proses pengadaan barang. Tetapi ia berharap KONI Sultra dapat lebih jeli lagi dalam melihat peralatan yang diadakan. Pasalnya, peralatan tersebut akan menjadi sia-sia jika tidak bisa digunakan oleh atlet untuk berlatih maupun untuk pertandingan.

“Paling penting disini adalah bagaimana yang menjadi fokus utama adalah peralatan yang melekat di tubuh atlet. Standarisasi peralatan tersebut hendaknya menjadi prioritas utama. Selain itu alat penunjang latihan hendaknya harus sesuai dengan standarisasi program latihan yang disiapkan pelatih,” tuturnya.

 

Penulis: M Rasman Saputra
Editor: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com