Tampilan Desktop

Kota Kendari Miliki 64 Sekolah Adiwiyata
122 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Hingga Juni 2015, Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memiliki 64 sekolah berpredikat adiwiyata, terdiri dari 4 sekolah Adiwiyata Mandiri, 8 sekolah Adiwiyata Nasional, 33 sekolah berpredikat Adiwiyata Provinsi dan 19 sekolah berpredikat Adiwiyata kota. Dari 64 sekolah tersebut, masih didominasi sekolah di jenjang SD sederajat sebanyak 44 sekolah, SMP sederajat sebanyak 11 sekolah dan SMA sederajat sebanyak 9 sekolah.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari Rusnani mejelaskan, pembinaan sekolah adiwiyata yang ada saat ini merupakan sekolah binaan dari sekolah yang hendak naik ke jenjang Adiwiyata Mandiri, dimana setiap sekolah minimal membina 10 sekolah lainnya yang ada di sekitarnya.

“Seperti tahun lalu 8 sekolah mendapat predikat Adiwiyata Nasional, maka untuk naik ke Adiwiyata Mandiri minimal mereka membina minimal 10 sekolah, sehingga jumlah sekolah adiwiyata tahun depan bertambah sekitar 80 sekolah,” katanya, Jumat (19/6/2015).

rusnaniAdapun model pembinaan yang dilakukan BLH, kata Rusnani meliputi 4 komponen, meliputi kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. 

Selain itu, BLH juga berpartisipasi langsung dalam melengkapi kekurangan fasilitas seperti pengadaan komposter maupun pohon pelindung. “Setiap sekolah memiliki karakter masing-masing, ada yang cepat menyesuaikan ada juga yang lambat namun kesuksesan sekolah tergantung komitmen kepala sekolah maupun guru-guru dalam menjalankan program ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan sekolah ini juga tak lepas dari peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari sebagai payung atau tempat bernaung dari seluruh sekolah. 

Adiwiyata Berdampak Positif pada Kualitas Pendidikan

Menciptakan sekolah adiwiyata ternyata bisa memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan para siswa. Pasalnya, sekolah adiwiyata memberikan kenyamanan pada siswa dan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari Makmur mengatakan, pihaknya bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari akan terus berupaya mendorong sekolah mengikuti program adiwiyata untuk membenahi lingkungannya sehingga bisa menunjang pembelajaran di sekolah. 

“Adiwiyata ini sangat bermanfaat sekali dalam proses pembelajaran dan peningkatan kualitas, kemudian sekolah lebih hijau, lebih rindang dan bersih. Salah satu syarat terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas adalah ditunjang  lingkungan yang sehat, bersih dan asri,” kata Makmur di Kendari, Jumat (19/6/2015).

makmur dikbuddSementara itu, Kepala BLH Kota Kendari Rusnani mengungkapkan, banyaknya sekolah di Kota Kendari yang berpredikat adiwiyata berdampak positif pada lingkungan di ibukota provinsi Sultra ini, termasuk menunjang penilaian adipura dimana sekolah merupakan salah satu titik pantau adipura.

“Kami melihat pada sekolah adiwiyata ini, mulai terjadi perubahan perilaku khususnya pada para siswa, seperti mereka mulai peduli pada kebersihan lingkungan, dengan program ini mereka mulai proaktif mendukung kegiatan pembersihan yang disampaikan para guru,” ucapnya.

Pencapaian predikat Adiwiyata Mandiri pada 4 sekolah di Kota Kendari juga cukup menunjang pencapaian Adipura Kencana yang diraih pemerintah kota tahun 2014 lalu karena salah satu syarat untuk meraih Adipura Kencana adalah harus terdapat sekolah dengan predikat adiwiyata mandiri. 

13 Sekolah Dampingan SDN 1 Baruga Lolos Adiwiyata Kota Dan Provinsi

Kerja keras SDN 1 Baruga selama 2 tahun untuk mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata Mandiri akhirnya membuahkan hasil setelah sekolah ini dianugerahi Adiwiyata Mandiri oleh Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia baru-baru ini di Istana Presiden Bogor.

Kepala SDN 1 Baruga Djasni mengatakan, butuh kerja keras dan tim yang kuat untuk meraih Adiwiyata Mandiri karena harus melalui sejumlah tahap mulai dari adiwiyata tingkat kota, propinsi dan nasional.

“Untuk mencapai Adiwiyata Mandiri itu tidak mudah, sebab kita harus membina masing-masing 13 sekolah, bersama SD 2 baruga dan  SMP 7 Kendari, setelah dapat adiwiyata nasional tahun 2013 lalu kami langsung bekerja mendampingi sekolah yang telah ditetapkan,” ujar Djasni.

Dalam membina sekolah adiwiyata, Djasni mengaku membentuk tim kerja dan berbagi peran melakukan pendampingan, termasuk ia turun langsung membina sekolah dampingannya. Dan hasilnya cukup menggembirakan 13 sekolah binaan SDN 1 Baruga seluruhnya lolos adiwiyata kota dan beberapa diantaranya lolos adiwiyata propinsi termasuk beberapa sekolah akan diusulkan untuk verifikasi adiwiyata tingkat nasional.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com