Tampilan Desktop


Kota Kendari Raih Adipura Tanpa Piagam
66 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sudah lima tahun berturut-turut Kota Kendari mendapatkan Piala Adipura dan pada tahun keenam ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini berhasil meraih Adipura Kencana.

Wali Kota Kendari Asrun mengakui, prestasi yang ditorehkannya dalam menyulap Kota Kendari dari kota terkotor menjadi kota terbersih tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai tantangan dihadapi, hingga penolakan dan minimnya dukungan masyarakat. Namun semua itu tidak menjadi penghalang niatan pemerintah kota untuk meraih Piala Adipura.

Pembenahan fisik menjadi prioritas pertama, utamanya penanganan kebersihan, pengelolaan sampah dan penghijauan, namun penanganan non fisik juga dibutuhkan sebab keduanya saling menunjang dalam kriteria penilaian Adipura.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Kendari Tin Farida mengatakan, penanganan kriteria fisik melalui gerakan penghijauan rutin dilakukan sejak tahun 2008, sekitar 25.000 bibit pohon telah ditanam dan dipelihara antara tahun 2008 hingga tahun 2010 dan terus berjalan setiap tahun.

Penghijauan ini tak hanya dilakukan pemerintah Kota Kendari, namun juga melibatkan banyak pihak diantaranya masyarakat, pihak sekolah dan pihak swasta.

“Pohon penghijauan yang kami tanam di dalam Kota Kendari diantaranya jenis trambesi, pohon ini sangat mudah tumbuh dan cepat besar sehingga sangat membantu dalam memenuhi kriteria penghiajauan kota,” ujar mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari ini.

jumat pagiUntuk memenuhi kriteria penilaian non fisik, lanjutnya, Pemerintah Kota Kendari melalui BLH dan dinas kebersihan fokus pada peningkatan kapasitas dan pemahaman masyarakat untuk mengubah persepsi dan pola pikir.

Berbabagi kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan, diantaranya pelatihan pengelolaan sampah dengan sistem 3R (reuse, reduce dan recycle). Pelatihan ini dilakukan untuk mengajak masyarakat mengelola sampahnya yang dimulai dari rumah masing-masing dengan cara memilah.

Sampah yang sudah dipilah kemudian dimanfaatkan kembali seperti sampah organik yang dijadikan pupuk kompos, sampah plastik yang bisa dijual atau diolah kembali dalam bentuk kerajinan. Upaya yang dilakukan ini cukup membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah dan bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat yang menjalankan.

Berbagai upaya dan kerja keras yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari baik memenuhi kriteria fisik maupun kriteria nonfisik akhirnya membuahkah hasil pada peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2009 silam, bertempat di Istana Presiden Jakarta, Wali Kota Kendari Asrun menerima Piala Adipura pertama Kota Kendari dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Piala Adipura Kota Kendari yang pertama ini didapat tanpa memperoleh piagam atau sertifikat adipura. “Kota Kendari itu tidak tahu yang mana itu piagam karena kita langsung dapat piala,” kelakar Asrun.

Jadikan PNS Sebagai Duta Kebersihan

Pemeritah Kota (Pemkot) Kendari menjadikan seluruh aparat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup pemerintahannya sebagai duta kebersihan di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Kendari Asrun mengatakan, menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup dengan hanya menghimbau warga saja, tetapi PNS harus menjadi contoh bagi warga di lingkungan masing-masing tempat mereka berdomisili.

“Pola ini kami lakukan untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. Kita memberikan satu contoh perbuatan, itu lebih baik daripada seribu kata-kata imbauan,” kata Asrun.

bersih kaliSebagai duta kebersihan, lanjutnya, Pemkot Kendari melibatkan semua PNS setempat untuk membuat program kerja bakti setiap hari Selasa dan Jumat. “Kerja bakti ini dikoordinir oleh masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang telah memiliki titik lokasi kerja dan bertanggung jawab atas kebersihannya setiap saat,” katanya.

Menurut mantan Kepala Dinas Tata Kota Kendari ini, pola pelibatan PNS dalam menciptakan lingkungan bersih telah memberikan andil besar dalam pencapaian atau perolehan tropi piala Adipura selama lima tahun berturut-turut dan pada tahun keenam meraih Adipura Kencana.

Asrun mengaku, di awal penerapan kebijakan itu banyak mendapat penolakan dan kritikan dari berbagai elemen masyarakat, tetapi seiring berjalannya waktu, warga akhirnya menyadari kalau kebersihan itu adalah tanggungjawab bersama termasuk PNS.

Dirinya juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak, termasuk unsur TNI yang ikut memberikan andil besar dalam mempertahankan predikat Kota Kendari sebagai kota terbersih peraih Adipura.

“Pihak TNI sudah berkomitmen untuk bersama-sama Pemkot membantu kebersihan lingkungan di Kendari terutama pada titik-titik tertentu melalui program TNI yakni Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan Anda atau disingkat JUMPA BERLIAN’,” katanya.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com