Tampilan Desktop


KPU Mubar Bantah Tudingan Langgar Kode Etik dalam Seleksi PPK/PPS
66 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – KPU Muna Barat (Mubar) membantah segala tudingan pelanggaran kode etik ketika melakukan seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Pantia Pemungutan Suara (PPS) di Muna Barat.

KPU Mubar Bantah Tudingan Langgar Kode Etik dalam Seleksi PPK/PPS

Ilustrasi

Anggota KPU Mubar Alirun Asa mengatakan 5 komisioner Mubar  yakni Awaluddin Usa, Alirun Asa, Al Munardin, Taufan, dan La Ode Fatahuddin, telah melakukan seleksi secara professional. Semua hasil seleksi terutama hasil seleksi wawancara siap dipertanggungjawabkan.

“Terkait opini tentang adanya indikasi pelanggaran terhadap seleksi ini, itu hak semua orang untuk menilai. Yang melapor itu adalah calon penyelenggara yang tidak terima karena tidak diloloskan,” kata Alirun melalui telepon selulernya di Mubar, Rabu (20/7/2016).

Dalam tes wawancara yang dinilai adalah sikap, wawasan umum, dan teknis kepemiluan. Apa yang disampaikan palapor, La Ode Ramlan, bahwa ada peserta yang lulus tak tahu nama presiden, Alirun membantahnya karena tidak ada pertanyaan tentang itu dalam wawancara dan tidak relevan.

Terkait lolos penyelenggara karena hubungan kekeluargaan, Alirun mengungkapkan tidak mungkin karena kakak kandungnya saja tidak bisa diloloskannya. Pada saat seleksi berkas kakak kandung Alirun tidak diakomodir hanya karena tidak melampirkan foto.

“Justru karena seleksi ini begitu banyak keluarga dan teman dekat menjauh dari saya. Mereka tidak memersiapkan diri dan mengharapkan ada nilai lebih karena punya hubungan dengan kami. Sementara kami menyeleksi tidak memandang itu,” ujar Alirun.

Alirun melanjutkan, banyak juga banyak anggota PPK yang tidak lolos dalam seleksi kali ini karena pemahaman kepemiluan yang sangat dangkal. Misalnya, banyak mantan anggota PPK tidak mengetahui tentang alur pemutakhiran data pemilih padahal pernah menjadi penyelenggara.

Sebelumnya, berbagai kejanggalan seleksi PPK di Mubar diungkap oleh La Ode Ramlan (calon PPK yang tidak lolos 5 besar dari Kecamatan Tikep) ketika memasukan aduan dugaan pelanggaran kode etik KPU Mubar di Kantor Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra) Kendari, Selasa (19/7/2016).

Aduan yang akan diteruskan ke ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tersebut isinya terkait 5 komisioner KPU Mubar sebagai penyeleksi dianggap telah meloloskan calon penyelenggara yang tidak berkompeten dan berdasarkan hubungan keluarga. (B)

 

Reporter : Muhamad Taslim Dalma
Editor      : Tahir Ose

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com