Tampilan Desktop

Kurangi Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan, Dinkes Kendari Sosialisasi Program P4K
42 Dibaca

SOSIALISASI P4K - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kendari Rahmi Nigrum (jilbab merah) sedang membawakan materi program perancanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Hotel Grand Clarion, Kamis (3/11/2016). Kegiatan tersebut merupakan upaya mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi di Kota Kendari. (IRSAN RANO/ZONASULTRA.COM).

SOSIALISASI P4K Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kendari Rahmi Nigrum (jilbab merah) sedang membawakan materi program perancanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Hotel Grand Clarion, Kamis (3/11/2016). Kegiatan tersebut merupakan upaya mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi di Kota Kendari. (IRSAN RANO/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dalam upaya mengurangi angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menghelat sosialisasi program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) bersama Dinkes Sultra dan masyarakat Kota Kendari di Hotel Grand Clarion Kendari, Kamis (3/11/2016).

Kepala Dinkes Kendari Rahmi Nigrum menuturkan, program tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kematian pada pada bayi dan ibu melahirkan. Tanggung jawab kesehatan, lanjut dia,  bukan hanya pada dinkes, tetapi masyarakat juga bertanggung jawab untuk dirinya, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

Lebih lanjut Rahmi menyebutkan beberapa faktor yang menjadi penyebab kematian ibu melahirkan maupun bayi antara lain pendidikan, ekonomi, geografis, gender, dan budaya. Diakuinya, angka kematian tersebut di Kota Kendari cukup tinggi. Pada tahun 2013 sebanyak enam orang, kemudian tahun 2014 sebanyak tiga orang, selanjutnya tahun 2015 meningkat menjadi delapan orang. Dan sepanjang tahun 2016 ini sudah ada tiga kasus.

“Kita sangat ingin, kalau bisa ke depannya tidak ada lagi kematian ibu melahirkan maupun kematian bayi,” ujarnya ditemui usai kegiatan.

Rahmi berharap agar setiap warga Kota Kendari dapat berperan aktif, turut berpartisipasi untuk memfasilitasi, bergotong royong dalam upaya penanggulangan masalah kesehatan, terutama masalah kematian ibu melahirkan dan bayi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Rahmi juga menegaskan kepada para petugas yang melayani pasien agar dapat bersikap sesuai standar pelayanan, sebab masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Dinkes Kota Kendari juga akan mengaktifkan call center. Untuk pelayanan darurat, kini  masyarakat setempat dapat menghubungi Puskesmas terdekat.

Sementara itu, Jemmy Ratna Dewi, salah satu pemateri dalam kegiatan ini mengungkapkan, untuk mencegah resiko kematian, idealnya wanita melahirkan pada usia 21 sampai 35 tahun. Jika di atas 35 tahun dapat dikategorikan hamil dengan resiko tinggi. Jarak kehamilan, sambung dia, sebaiknya berjarak minimal dua tahun. (B)

 

Reporter: Irsan Rano
Editor: Jumriati

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com