Tampilan Desktop

Ledakan Granat di UHO, Mahasiswa Tuntut Kapolda dan Rektor Dicopot
64 Dibaca

Ledakan Granat di UHO Mahasiswa, Tuntut Kapolda Dan Rektor Dicopot

DEMO – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Bersama Rakyat (KBR) Sulawesi Tenggara (Sultra), berunjuk rasa di Polda Sultra terkait ledakan bom di Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari, Selasa (12/4/2016). Randi/ ZONASULTRA.COM

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dua pekan sudah insiden ledakan granat di kampus terbesar di Sulawesi Tenggara, Universitas Haluolelo (UHO) Kendari terjadi. Sampai hari ini publik masih menyimpan pertanyaan siapa sebenarnya pihak yang harus bertanggung jawab akan insiden yang menewaskan 3 warga sipil dan seorang anggota Brimob Polda Sultra.

Kondisi itu lantas mendorong sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Bersama Rakyat (KBR) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar aksi unjuk rasa di Polda Sultra terkait ledakan granat di Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari, Selasa (29/3/2016) lalu.

Massa mempertanyakan bagaimana bisa dalam pelatihan dasar pengamanan kampus, instruktur atau pelatih dapat menggunakan alat peraga berupa granat aktif yang siap ledak masuk dalam lingkungan kampus

“Dasar hukum kami jelas pada KUHP pasal 359 Surat keputusan Kapolri nomor Polisi: SKEP/ 126/ XII/ 1980 tanggal 30 Desember 1980 tentang pola pembinaan satpam. Surat keputusan Kapolri nomor Polisi: SKEP/ 73/ IV/ 1981 (11/4/1981) tentang pelaksanaan pembinaan satuan satuan pengamanan, peraturan, Kapolri nomor polisi 18 tahun 2006 tentang pelatihan dan kurikulum satuan pengamanan” tegas koordinator aksi Filman Ode di depan pintu masuk Mapolda Sultra di seputaran wilayah Andonohu.

Massa menilai insiden pada 29 Maret 2016 lalu, sangat memprihatinkan, dimana pelatihan Pendidikan Dasar (DIKSAR) Gada Pratama Security di Universitas UHO merupakan proyek pengamanan kolaborasi antara Polri dan UHO yang tujuanya meningkatkan kualitas para security dibidang pengamanan justru malah memakan korban jiwa.

Mahasiswa pun menilai Kapolda dan Rektor UHO, merupakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap insiden itu. Mahasiswa pun menuntut Kapolda Brigjen Pol Agung Sabar Santoso dan Usman Rianse selaku rektor UHO bertanggungjawab dicopot dari jabatanya.

“Ledakan granat di kampus UHO sampai sekarang masih menimbulkan kemelut dan tanda tanya besar diseluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sultra. Kapolda dan rektor UHO sebaiknya dicopot sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kelalaian hingga berujung tewasnya 4 orang ” tutur Filman Ode Selasa (12/4/2016). (A)

 

Penulis: Randi
Editor: Tahir Ose

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com