Tampilan Desktop


LIRA : Gaduh PAN Sultra, Sengaja Dibuat Untuk Dapat Perhatian Masyarakat
74 Dibaca

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Perebutan tongkat pimpinan tertinggi kepenggurusan Partai Amanat Nasional (PAN) di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa pekan terakhir memang menarik perhatian publik. Mulai dari pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) April lalu, hinga isu penunjukkan ketua yang setiap pekannya berubah.

LIRA : Gaduh PAN Sultra, Sengaja Dibuat Untuk Dapat Perhatian Masyarakat

Ilustrasi

Entah skenario apa yang sedang dimainkan oleh para pemangku kepentingan partai berlambang matahari terang itu? serta dimana akhir cerita dari lakon yang tengah dimainkan itu, yang kini sangat dinantikan masyarakat Sultra.

Menurut Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) wilayah Konawe, Rolansyah, partai binaan Amin Rais itu adalah partai penguasa di Sultra selama 8 tahun terakhir, mulai dari birokrasi hingga legislatif, seperti Gubernur Sultra Nur Alam yang merupakan nahkoda PAN selama tiga periode, Ketua DPRD Provinsi Abdurahman Saleh, serta beberapa Kepala Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten yang juga lahir dari rahim PAN.

Melihat kegaduhan PAN di Sultra yang terus saja dimuntahkan oleh beberapa kelompok membuat sebahagian masyarakat beranggapan jika permainan isu yang kini sedang gembar gemborkan itu hanyalah strategi politik PAN yang takut kehilangan konstituen pasca berakhirnya masa jabatan NUr Alam sebagai ketua DPW dan Gubernur pada 2018 mendatang.

Nama Nur Alam lanjut Rolan, diklaim masih memiliki power untuk membuat PAN tetap berjaya dibumi anoa, namun kekhawatiran para kader PAN mulai muncul pasca Nur Alam mengaku sudah tidak akan menahkodai partai besutan Zulkifli Hasan di Sultra.

Selain itu, masa jabatan Nur Alam sebagai Gubernur sebentar lagi akan habis, maka secara tidak langsung bendera PAN di Sultra perlahan akan turun.

“Yang ada saat ini, dimana para kader sendiri saling serang, saling klaim, yang satu bilang saya ketua, yang lainnya juga begitu, sementara mereka itu adalah sesama kader, tujuannya adalah hanya untuk mendokrak reting PAN di Sultra, karena ada kekhawatiran bahwa kalau bukan Nur Alam lagi yang menjadi Gubernur maka PAN sudah tidak memiliki lagi kekuatan,” Kata Rolansyah kepada zonasultra.com

Roland menganggap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN memiliki rasa takut akan runtuhnya PAN di Sultra, sehingga harus memainkan skenario politik agar kepercayaan masyarakat terhadap PAN tetap terjaga.

Dilain pihak, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Konawe, Kery Syaiful Konggoasa yang saat ini menjadi peran utama dalam drama perebutan tongkat estavet pemimpin PAN di Sultra, secara terang-terangan mengakui jika partai yang membawa namanya menuju kursi Bupati Konawe berada diambang kehancuran.

Ia juga mengakui jika melihat kandidat yang ada termasuk dirinya, hanya Nur Alam lah yang mampu membesarkan PAN di Sultra, alias tidak ada yang bisa mengikuti perjalanan Gubernur dua periode itu.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu menampik tudingan masyarakat yang menganggap jika kegaduhan yang ada saat ini hanyalah salah satu strategi PAN untuk tetap mempertahankan kepercayaan masyarakat ataupun mempertahankan kekuasaan.

LIRA : Gaduh PAN Sultra, Sengaja Dibuat Untuk Dapat Perhatian Masyarakat

Rolansyah

“Itu tidak benarlah, PAN ini kan sudah besar, banyak kader-kader kita yang berhasil duduk di legislatif. Kegaduhan yang ada saat ini murni dinamika partai, sebab dalam penunjukkan sekertaris saya anggap tidak sesuai AD/ART partai, sebab untuk menduduki jabatan itu, kader tersebut minimal pernah menjadi ketua DPD,” kata lelaki yang saat ini menjabat sebagai Bupati Konawe.

Kata dia, jika DPP tetap bersikukuh untuk menjadikan Adriatma Dwi Putra (ADP) sebagai sekertaris DPW, maka keinginan dirinya untuk berhenti dari aktifitas partai akan dia buktikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mendatang.

“Saya masuk di partai ini sangat baik, dan saya keluar juga harus dengan cara yang baik, dalam Rakernas nanti saya akan serahkan semua atribut partai yang ada pada saya, jika DPP tetap pada keputusannya seperti yang dikatakan Yandri (Korwil PAN Sultra)” imbuhnya.

Meski konstalasi politik nantinya berubah dan dirinya ditawari sebagai ketua DPW, Kery mengaku tidak akan menerimanya, sebab masih banyak pertimbangan yang harus difikirkan. selain itu, rasa sakit hatinya terhadap isu yang dikeluarkan oleh sekelompok orang sudah pada titik puncaknya.

“Yang jelas kalau saya liat yang ada saat ini, PAN ini berada diambang kehancuran, dan yakin saja ketika sudah bukan Nur Alam yang jadi ketua DPW, PAN pasti kalah di Sultra,” ujarnya. (B)

 

Penulis: Restu Tebara
Editor: Tahir Ose

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com