Tampilan Desktop


Masyarakat Konsel Demo Tuntut Penolakan 2 Perusahaan Sawit
88 Dibaca

ZONASULTRA.COM, ANDOOLO– Puluhan masyarakat yang berasal dari 3 kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), yakni Kecamatan Anggata, Mowila dan Landono mendatangi kantor bupati setempat menuntut penolakan 2 perusahaan sawit PT Merbau Jaya Indah dan PT Bintang Nusa Pertiwi.

Kedua perusahaan perkebunan ini dianggap telah melakukan penyerobotan lahan warga di 3 kecamatan itu.

Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Kisran Makati, yang ikut dalam aksi  itu mengatakan, kedatangannya bersama warga masyarakat tersebut guna mempertahankan tanah warga yang merupakan warisan nenek moyang mereka yang selama ini diolah dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian.

“Tentu ini tidak bisa dibiarkan kalau dibiarkan berarti ada skenario.

Disini kami ingin menunjukkan satu bukti dimana ratusan hektar tanah itu telah terjual,” kata Kisran dalam orasinya, Senin (9/11/2015).

Keberadaan perusahaan sawit itu sendiri dinilai tidak memberikan manfaat bagi warga. Bahkan merusak lingkungan dan membunuh habitat yang ada di dalamnya.

warga mowila lagiAnehnya lagi kata kisran, perizinan yang dikeluarkan pemerintah setempat terhadap dua perusahaan ini melebihi luasan area sehingga pemukiman wargapun dimasukkan. Tidak hanya itu, merekapun membeli lahan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) yang memilki komoditas tinggi seperti sagu dan ikan air tawar yang merupakan bahan makanan pokok dan mata pencaharian utama masyarakat di wilayah itu.

“Olehnya itu, pemerintah harus secara tegas menyelesaikan persoalan ini karena jangan sampai masyarakat  akan menggunakan caranya sendiri,” tegasnya.

Dia berjanji persoalan tersebut akan terus dikawalnya dengan upaya melakukan advokasi baik ditataran daerah ataupun pusat.
Begitupun disampaikan koordinator aksi, Adi Yusuf, yang menolak keras  kedua perusahaan yang saat ini masih melakukan aktivitas ditiga kecamatan itu.

Bahkan pihaknya meminta kejelasan dari tim lanitia khusus (Pansus) perkebunan penyelesaian sengketa bentukan Pj Bupati Konsel beberapa waktu lalu, yang sampai saat ini belum dirasakan hasil kerjanya.

“Sampai hari ini belum ada rekomendasi yang disampaikan oleh Pj Bupati Konsel melalui tim yg dibentuknya itu,” ungkap Adi.

Salah seorang pemilik lahan Najib, juga mengungkapkan kekesalannya terhadap kedua perusahaan ini karena telah melakukan penyerobotan lahan. Pihak perusahaan memang telah melakukan pembayaran lahan, namun bukan kepada kepada pemilik sesungguhnya.

“Yang menjual tanah bukan orang disitu, jadi seenaknya saja menjual artinya pembayarannya salah sasaran. Kami minta aktivitas perusahaan dihentikan sampai ada penyelesaian,” kata Najib.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Sekda Konsel Rachmi Djufri mengatakan, akan mengkaji ulang persoalan tersebut karena pihaknya baru mengetahuinya.

“Dalam waktu dekat kita akan panggil instansi terkait dan juga pihak perusahaan. Saya juga baru beberapa hari dilantik dan tidak mengetahui persis masalah ini,” terang Rachmi.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com