Tampilan Desktop


Mau Kuliah S2 dan S3 Gratis, Ini Solusinya
200 Dibaca

Direktur LPDP Kemenkeu, Mokhamad Mahdum mengatakan, beasiswa LPDP ini digelontorkan pemerintah dengan harapan bisa mencetak lulusan yang kreatif, terdidik dan tidak gagap teknologi. Apalagi menghadap

Direktur LPDP Kemenkeu, Mokhamad Mahdum mengatakan, beasiswa LPDP ini digelontorkan pemerintah dengan harapan bisa mencetak lulusan yang kreatif, terdidik dan tidak gagap teknologi. Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tentu dibutuhkan generasi penerus yang berdaya saing tinggi, yang bisa berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan tidak hanya menjadi penonton di negara sendiri.
“Pemerintah berharap dengan beasiswa LPDP ini bisa tercetak lulusan-lulusan yang siap kembali ke daerah dan mengaplikasikan ilmunya untuk membangun daerah dan negaranya,” kata Mahdum saat melakukan sosialisasi beasiswa LPDP di hadapan puluhan alumnus S1 dan S2 di aula rapat kantor rapat Gubernur Sultra, Jumat (10/4/2015). 
Tahun ini LPDP mendapatkan anggaran dari pemerintah sebesar Rp 15,6 triliun yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memenuhi persyaratan. Beasiswa ini akan diberikan dalam tiga kategori yaitu umum, miskin dan afirmasi. Beasiswa ini juga merupakan beasiswa penuh. Artinya, semua biaya selama proses perkuliahan, mulai biaya pendidikan hingga biaya tambahan sepenuhnya ditanggung LPDP. 
“Beasiswa tersebut dapat digunakan untuk studi di 200 perguruan tinggi terbaik luar negeri dan 17 perguruan tinggi dalam negeri berakreditasi A,” ujar Mahdum.
Beasiswa LPDP tahun ini akan dibuka sebanyak empat gelombang pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran beasiswa ditutup sebulan sebelum keempat gelombang tersebut. Para pelamar dapat mendaftarkan diri dengan cara mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah berkas persyaratan secara online lewat laman www.lpdp.kemenkeu.go.id.
Para pelamar, lanjut Mahdum nantinya akan menjalani dua tahap seleksi, yaitu seleksi administrasi dan wawancara. Proses administrasi yang dilangsungkan mensyaratkan pelamar membawa dokumen, antara lain ijazah sarjana atau magister dari kampus pelamar, transkrip nilai dengan IPK minimum 3 untuk S2 dan 3,25 untuk S3, sertifikat TOEFL dengan skor minimum 550 atau IELTS dengan skor minimum 6,0 untuk tujuan dalam negeri dan TOEFL dengan skor minimum 550 atau IELTS dengan skor minimum 6,5 untuk tujuan luar negeri.
Pelamar juga disyaratkan memperoleh surat rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum atau tidak bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja. Selanjutnya, SKCK dari kepolisian dan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah juga menjadi salah satu syarat.
Adapun tahapan seleksi wawancara akan berlangsung dalam tiga kategori, yaitu wawancara, diskusi grup dan kemampuan menulis esai. (**Jumriati)

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com