Tampilan Desktop

Menristek Kunjungi ORI, Laode Ida Sampaikan Masalah Pilrek UHO
312 Dibaca

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir (sebelah kiri) melakukan pertemuan dengan pimpinan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Wakil Ketua ORI Lely Pelitasari Soebekty (tengah) dan Laode Ida (sebelah kanan) Rabu (2/11/2016). (Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir (sebelah kiri) melakukan pertemuan dengan pimpinan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Wakil Ketua ORI Lely Pelitasari Soebekty (tengah) dan Laode Ida (sebelah kanan) Rabu (2/11/2016). (Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir menyambangi kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Nasir mengaku memenuhi undangan ORI untuk membicarakan dan melakukan koordinasi antar lembaga.

Pada pertemuan itu, anggota ORI Laode Ida menyampaikan dua hal tentang laporan permasalahan terkait Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Manado (Unima) dan Pilrek Universitas Halu Uleo (UHO) Kendari.

“Dua laporan ini kami fokus untuk diskusi dengan kementerian terkait dengan pemilihan rektor,” ujar Laode Ida kepada Menristek dalam pertemuan yang digelar di Gedung ORI jalan HR. Rasuna Said Kav. C-19 Karet Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

Menurut Anggota ORI asal Sulawesi Tenggara (Sultra) ini ada laporan keberatan dari UHO terkait beberapa hal yakni status keanggotaan senat dan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan aturan pemerintah.

Sebelumnya, Laode Ida telah membicarakan hal ini dengan Irjen Kemenristekdikti beberapa waktu yang lalu sepakat untuk memperjelas informasi status anggota senat yang masih melanjutkan studi.

“Elemen yang lain adalah yang sedang studi, S3 khususnya di Pulau Jawa ada yang di Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta studi di Bali dan Makassar,” jelas Laode Ida lebih lanjut.

Mendengar paparan ORI, Nasir menegaskan dalam Pilrek Perguruan Tinggi harus bersih dan transparan. “Pemilihan rektor itu harus transparan, clear and good goverment. Kalau belum clear ya jangan dilakukan dulu,” tegas Nasir.

Ombudsman sendiri menilai proses perbaikan senat dalam Pilrek UHO belum clear. Laode sendiri mengkhawatirkan jika anggota senat masih cacat dapat mewariskan tradisi buruk dalam suksesi kepemimpinan.

Sementara saat dikonfirmasi terkait Pilrek UHO yang akan digelar 14 November mendatang, Laode belum tahu hal tersebut. “Saya belum tahu itu, saya kira tidak sah dan bisa digugat, makanya tanya mentri saja, kan tidak boleh melahirkan rektor yang bermasalah,” pungkasnya. (B)

 

Reporter : Rizki Arifiani
Editor     : Tahir Ose

Tagged with: ,
JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com