Tampilan Desktop


Mengenal Lebih Dekat Tambat Labu
70 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Jika Anda melewati jalan by pass di sepanjang bibir pantai Kota Kendari, Anda akan menemukan jejeran batu-batu besar menjorok ke laut yang ditata dengan begitu apik bak sebuah dermaga. Namun, itu bukanlah dermaga tempat persinggahan kapal seperti biasanya, melainkan tambat labu yang akan “disulap” oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menjadi ikon dari ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini.

Tambat labu merupakan bagian dari program smart city alias kota pintar yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pemkot Kendari. Tak hanya ingin mengantarkan kota ini sebagai kota hijau, Pemkot Kendari dibawah komando Asrun ingin menjadikan kota ini kota yang maju dan sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Dan untuk mendukung hal itu, Pemkot Kendari memulai dari smart poin di Teluk Kendari.

“Kita ingin mewujudkan Kota Kendari menjadi kota yang maju dan sejajar dengan kota-kota lainnya. Untuk mewujudkan itu tentu kita membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, kita akan mulai bangun perlahan-lahan, tahap demi tahap yang akan kita mulai dengan smart poin di Teluk Kendari ini,” kata Asrun saat menandatangani nota kesepahaman penggunaan transaksi non tunai di Kantor BI Perwakilan Sultra, Kamis (25/6/2015) lalu.

Walikota Kendari Asru saat meninjau pengerjaan tambat labuh di teluk Kendari.Foto Ibnu/ZONASULTRA.COMSmart poin, kata Asrun merupakan kawasan area publik yang memiliki banyak fasilitas penunjang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya yang membutuhkan ruang terbuka untuk bersantai bersama orang-orang tersayang. Di sini akan dibangun beberapa fasilitas olahraga seperti track jogging dan jalur bersepeda bagi Anda penyuka olahraga sepeda. Dan yang tak kalah lagi, segala transaksi keuangan di lokasi smart point ini akan menggunakan transaksi non tunai sebagai cerminan dari kota pintar.

“Tambat labu bisa menjadi ikon kota yang menciptakan image Kota Kendari sebagai kota maju,” kata Asrun.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kendari Alamsyah Lotunani mengatakan, tambat labu ini diharapkan bisa berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan tentunya PAD Kota Kendari.

Selain menjadi ikon kota, lanjutnya, tambat labu juga bisa menjadi solusi untuk mencegah pendakalan teluk Kendari semakin serius akibat sedimen, tumpukan sampah dan limbah yang dihasilkan berbagai kegiatan industri di Kota Kendari. Tambat labu juga diharapkan dapat meminimalisir potensi banjir yang sering terjadi di kota ini.

“Memang pengerjaannya ini secara bertahap karena proyek ini membutuhkan dana yang besar. Tapi kita menargetkan untuk tahap awal mewujudkan smart poin dapat diselesaikan di tahun 2017 dan tambat labu juga sudah bisa berfungsi,” katanya.

Program tambat labu ini ternyata sangat diapresiasi oleh DPRD setempat. Anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar mengatakan bahwa pembuatan tambat labu ini sangatlah baik. Untuk itu, pihaknya berharap proses pembuatan tambat labu ini dapat dituntaskan secepatnya.

“Salah satu tujuan dibuat tambat labu ini adalah untuk bisa menahan sampah masuk ke Teluk Kendari. Dengan begitu, tentunya Teluk Kendari bisa terhindar dari proses pendangkalan,“ jelas Ashar di Taman Kota Kendari, Sabtu (27/6/2015).

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari, Muhammad Ali Aksa mengungkapkan, tambat labu ini diupayakannya tuntas tahun ini. Sehingga manfaat dari tambat labu ini bisa sesegera mungkin dimaksimalkan. Tambat labu ini lanjutnya, merupakan program dari Pemkot Kendari untuk menyukseskan program smart city sekaligus green city. Untuk itu, pihaknya berupaya menuntaskan pengerjaannya.

“Kami upayakan pembuatan tambat labuh ini bisa benar-benar tuntas pembuatannya sehingga manfaatnya bisa kita rasakan secepatnya,” tuturnya.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com