Tampilan Desktop



Merasa Nama Baik Dicemarkan, Hado Hasina Polisikan Pejabat Kemenristekdikti
157 Dibaca

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Hado Hasina Polisikan Pejabat Kemenristekdikti LAPORAN – Dolfi Kumaseh yang memegang bukti laporan Hado Hasina di SPKT Polda Sultra, Rabu (8/11/2017). (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Tulisan Supriadi Rustad di blog pribadinya berbuntut panjang. Merasa nama baiknya dicemarkan lewat tulisan itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra Hado Hasina mempolisikan mantan Pelaksana tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut.

Bukan hanya Supriadi Rustad, Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Totok Prasetyo namanya turut tercantum dalam bukti laporan Hado Hasina di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sultra.

Kasubdit PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar laporannya telah masuk di SPKT Polda Sultra pada Senin kemarin,” kata Dolfi di ruangannya, Rabu (8/11/2017).

Dolfi menjelaskan, Hado Hasina melaporkan Supriadi dan Totok dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Dalam laporannya, Hado Hasina menyertakan dua orang saksi, yakni Rektor nonaktif Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Djaali, dan Kepala Bappeda Provinsi Sultra M Nasir Andi Baso.

(Berita Terkait : 5 Pejabat Pemprov Sultra Dituduh Plagiat Disertasi, Ini Tanggapan Tiga Diantaranya)

Ketersinggungan Hado Hasina bermula dari tulisan Prof Supriadi di blognya, http://supriadirustad.blog.dinus.ac.i. Dalam tulisan di blog tersebut, Hado Hasina merasa telah dituduh melakukan praktik plagiasi dalam disertasi miliknya.

Selain itu Hado juga merasa telah dituding memiliki ijazah abal-abal. Ditambah lagi, tuduhan sepihak itu termuat di salah satu media nasional yang membuat Hado Hasina semakin geram.

Adapun keterlibatan Totok dalam laporan Hado, ditengarai pernyataan Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi itu di salah satu media. Dalam pernyataannya seperti yang tertuang dalam bukti laporan di SPKT Polda Sultra, Totok memberikan keterangan bahwa telah ditemukan praktik plagiat sebanyak 40% dalam disertasi Hado Hasina.

Selain itu, turut muncul pula empat nama pejabat yang dikatakan Totok telah melakukan praktik plagiat. Mereka adalah Gubernur non aktif Sultra Nur Alam, Kepala Dinas Perhubungan Hado Hasina, Kepala BKD Sultra Nur Endang Abbas, Kepala Bappeda Sultra Nasir Andi Basso dan Asisten III Pemprov Sultra Safaruddin Safaa. (B)

 

Reporter: Lukman Budianto
Editor: Jumriati

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free