Tampilan Desktop


Merindu Perkembangan Kota, Merindu Kesejahteraan Warga
126 Dibaca

Masyarakat kota baubau tentunya sangat menanti-nantikan acara ataupun kegiatan di HUT Kota yang dicintainya yang selalu di gelar tiap tahunnya. Tak terasa kini baubau telah memasuki hari jadinya yang ke 474 dan HUT Kota Baubau yang ke 14, harapan dan keinginan warganya tentu sangat menginginkan kota baubau menjadi sebuah kota yang berkembang serta menuju kesejahterahan umum.

Istilah perkembangan kota (urban development) dapat diartikan sebagai suatu perubahan menyeluruh, yaitu yang menyangkut segala perubahan di dalam masyarakat kota secara menyeluruh, baik perubahan sosial ekonomi, sosial budaya, maupun perubahan fisik.

Pertumbuhan dan perkembangan kota pada prisipnya menggambarkan proses berkembangnya suatu kota. Pertumbuhan kota mengacu pada pengertian secara kuantitas, yang dalam hal ini diindikasikan oleh besaran faktor produksi yang dipergunakan oleh sistem ekonomi kota tersebut. Semakin besar produksi berarti ada peningkatan permintaan yang meningkat. Sedangkan perkembangan kota mengacu pada kualitas, yaitu proses menuju suatu keadaan yang bersifat pematangan. Indikasi ini dapat dilihat pada struktur kegiatan perekonomian dari primer kesekunder atau tersier. Secara umum kota akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui keterlibatan aktivitas sumber daya manusia berupa peningkatan jumlah penduduk dan sumber daya alam dalam kota yang bersangkutan.

Pada umumya terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kota, yaitu:

1. Faktor penduduk, yaitu adanya pertambahan penduduk
    baik disebabkan karena pertambahan alami maupun
    karena migrasi.
2. Faktor sosial ekonomi, yaitu perkembangan kegiatan
    usaha masyarakat.
3. Faktor sosial budaya, yaitu adanya perubahan pola
    kehidupan dan tata cara masyarakat akibat pengaruh
    luar, komunikasi dan sistem informasi.

Perkembangan suatu kota juga dipengaruhi oleh perkembangan dan kebijakan ekonomi. Hal ini disebabkan karena perkembangan kota pada dasarnya adalah wujud fisik perkembangan ekonomi. Kegiatan sekunder dan tersier seperti manufaktur dan jasa-jasa cenderung untuk berlokasi di kota-kota karena faktor “urbanization economics” yang diartikan sebagai kekuatan yang mendorong kegiatan usaha untuk berlokasi di kota sebagai pusat pasar, tenaga kerja ahli, dan sebagainya.

Teori Central Place dan Urban Base merupakan teori mengenai perkembangan kota yang paling populer dalam menjelaskan perkembangan kota-kota. Menurut teori central place seperti yang dikemukakan oleh Christaller, suatu kota berkembang sebagai akibat dari fungsinya dalam menyediakan barang dan jasa untuk daerah sekitarnya. Teori Urban Base juga menganggap bahwa perkembangan kota ditimbulkan dari fungsinya dalam menyediakan barang kepada daerah sekitarnya juga seluruh daerah di luar batas-batas kota tersebut.  Menurut teori ini, perkembangan ekspor akan secara langsung mengembangkan pendapatan kota. Disamping itu, hal tersebut  akan menimbulkan pula perkembangan industri-industri yang menyediakan bahan mentah dan jasa-jasa untuk industri-industri yang memproduksi barang ekspor yang selanjutnya akan mendorong pertambahan pendapatan kota lebih lanjut.

Kita semua berharap momentum hari jadi baubau Ke 474 dan HUT Ke 14 Kota baubau adalah sebuah harapan untuk mengkoreksi dan kembali mengintrospeksi Apakah perkembangan kota dan Kesejahteraan Umum tergantung hanya semata-mata karena pertumbuhan ekonomi..? Ternyata jawabannya seperti yang telah kita ketahui adalah tidak. Karena Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikator saja dari dampak kebijaksanaan pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan berbagai macam sektor ekonomi, yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi. Bagi daerah, indikator ini penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang telah dicapai dan berguna untuk menentukan arah pembangunannya dimasa yang akan datang.

Pertumbuhan ekonomi  secara umum dapat ditunjukkan oleh angka Produk Domestik Ragional Bruto (PDRB), Investasi,Inflasi,pajak dan retribusi, pinjaman dan pelayanan bidang ekonomi. Khusus untuk nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara nyata mampu memberikan gambaran mengenai nilai tambah bruto yang dihasilkan unit-unit produksi pada suatu daerah dalam periode tertentu. Lebih jauh, perkembangan besaran nilai PDRB merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu daerah, atau dengan kata lain pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat tercermin melalui pertumbuhan nilai PDRB.

Sehingga selain PDRB ada indikator lain  untuk mengukur tingkat kesejahteraan umum dan PDRB menjadi bagian dari ukuran ini. Ukuran ini menjelaskan  pelbagai indikator yang ada, ukuran itu adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling tepat dipakai untuk mengukur profil kesejahteraan umum. Indeks pembangunan Manusia (IPM) adalah  Indeks yang digunakan  untuk menggambarkan capaian disektor kesejahteraan masyarakat secara agregat, karena indeks ini menangkap perkembangan di sektor ekonomi dan sektor sosial sekaligus.

Di dalam indeks ini, kesejahteraan tidak hanya ditilik melalui perspektif ekonomi semata sebagaimana lazim terekam dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, tetapi juga diteropong via capaian disektor sosial, yakni pendidikan dan kesehatan. Dalam hal yang terakhir, Tingkat Melek huruf (TMH) dan Tingkat Harapan Hidup (THH) adalah dua indikator yang lazim termaktub dalam konstruksi IPM.

Sebagai Pemerintah baik pusat maupun daerah tidak terkecuali Pemerintah Kota Baubau dalam rangka ingin mencapai peningkatan IPM (Indeks pembangunana Manusia) harus membuat fokus fokus pekerjaan sehingga berbagai macam program dan kegiatan bisa dibuat dan dilaksanakan. Fokus-fokus itu adalah :

Fokus Pertama,
Fokus Kesejahteraan dan pemerataan Ekonomi yang memiliki Indikator ; Pertumbuhan Ekonomi, Pengendalian Inflasi, PDRB Perkapita, Indeks Gini yang rendah, Pemerataan Pendapatan, Penurunan penduduk miskin dan Kriminalitas yang semakin menurun. Kesemua Indikator ini memiliki ukurannya masing masing dan bisa dijadikan sarana evaluasi apakah Pemerintah sukses atau gagal dalam mengurus rakyatnya.

Fokus Kedua,
Fokus Kesejahteraan Masyarakat. Fokus yang kedua ini juga memiliki Indikator yaitu ; Angka Melek Huruf, Angka rata-rata lama sekolah, Angka partisipasi kasar, Angka pendidikan yang ditamatkan dan Angka Partisipasi Murni. Indikator ini tergabung dalam Fokus Kesejahteraan Masyarakat di Bidang Pendidikan. Selanjutnya Fokus Kesejahteraan Masyarakat di Bidang Kesehatan memiliki Indikator ; Angka Kelangsungan Hidup Bayi, Angka Usia Harapan Hidup, Persentase balita gizi buruk.

Fokus ketiga,
Fokus Seni Budaya dan Olahraga yang memiliki Indikator Jumlah grup kesenian yang ada, jumlah gedung kesenian yang ada, jumlah klub olahraga yang ada dan jumlah gedung olahraga yang ada.

Indikator indicator ini sangat luas dan menarik untuk dibahas. Namun ada yang sedikit menarik dan menggelitik ketika kita melihat mengapa ada Fokus Seni Budaya dan Olahraga yang juga termasuk dalam ukuran ukuran kesejahteraan. Jawabanya  cukup panjang dan mungkin menarik untuk sedikit kita diskusikan pada tulisan ini.

Pembangunan bidang seni, budaya dan olahraga sangat terkait erat dengan kualitas hidup manusia dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan 2 (dua)  sasaran pencapaian pembangunan bidang sosial budaya dan keagamaan yaitu (i) untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab serta (ii) mewujudkan bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.

Secara mudah dapat kita gambarkan ketika kita melihat Negara-negara maju yang masyarakatnya relatif sudah sejahatera dalam hal ini sebagai contoh adalah Negara Negara Eropa barat dan skandinavia. Biasanya Negara tersebut masyarakatnya sangat mengapresiasi seni. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyaknya galeri seni, gedung kesenian, teater dan festival-festival kesenian yang dilaksanakan sepanjang tahun. Selain tinggi apresiasi seninya biasanya mereka juga memiliki prestasi dibidang olahraga ditingkat dunia.

Kenyataan lain yang bisa kita lihat masyarakat sejahtera tersebut sudah tidak memikirkan lagi untuk pemenuhan kebutuhan pokok karena sudah terpenuhi. Oleh karena itu waktu yang tersedia bisa disediakan sebahagian untuk menikmati kesenian dan olahraga.

Diharapkan dengan fokus terhadap 3 (tiga) bidang tersebut dengan berbgai indicator indicator tersebut maka pendapatan masyarakat akan meningkat, Tingkat Melek huruf (TMH) juga meningkat dan Tingkat Harapan Hidup (THH) juga akan terus naik. sehingga ketika konstruksi IPM ini sebagai ukuran kesejahteraan meningkat IPM juga akan meningkat.

Paradigma yang mengatakan bahwa kesejahteraan itu hanya ditangkap disektor ekonomi saja otomatis gugur karena indeks pembangunan manusia (IPM) telah menjawabnya dengan menggambarkan capaian disektor kesejahteraan masyrakat secara agregat. Sektor ekonomi dan sektor sosial sekaligus digambarkan dalam indeks ini sehingga kesejahteraan umum dapat diukur dengan cakupan yang luas. Indeks pembangunan manusia (IPM) juga mampu menjelaskan ukuran-ukuran dalam infrastruktur dan kelembagaan yang dibentuk oleh pemerintah hal inilah yang menyebabkan IPM mampu mendapatkan gambaran capaian pembangunan dalam sector ekonomi dan sosial.   

Bukankah kesejahteraan adalah amanah dari konstitusi dan tujuan dari Negara ini, dimana “Mencerdaskan Kehidupan bangsa” & “Memajukan Kesejahteraan Umum” akan selalu terpatri dan abadi dalam pembukaan konstitusi Negara ini. Ketika Indikator telah dirumuskan, tantangan berikutnya adalah eksekusi dan Implementasinya.

Semoga saja HUT Kota baubau tidak saja terkesan sebagai kegiatan serimonial dan ajang rutinitas tahunan tetapi lebih dari itu Hari jadi Baubau ke 474 dan HUT ke 14 Kota Baubau diharapkan bisa menjadi momentum evaluasi dan koreksi terkait kebijakan dari Visi Dan Misi TAMPIL MESRA**

 

Merindu Perkembangan Kota, Merindu Kesejahteraan Warga
(Catatan di H.U.T. Ke 14 Kota Baubau)

Oleh : La Ode Tamsil., SH
Koordinator ; IPPLI( Investigation Policy Political Law In Indonesian )
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Jayabaya

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com