Tampilan Desktop


Meski Melanggar, Bupati Konawe Tetap Lanjutkan Pembangunan Proyek Mega Industri
18 Dibaca

“Yang jelas mega industri tetap jalan, apapun yang terjadi. Mengenai saya melanggar atau tidak itu urusan nanti, yang jelas tanggal 1 Mei mendatang saya sudah harus pasang tiang pancang, kalau ada ya

“Yang jelas mega industri tetap jalan, apapun yang terjadi. Mengenai saya melanggar atau tidak itu urusan nanti, yang jelas tanggal 1 Mei mendatang saya sudah harus pasang tiang pancang, kalau ada yang mengatakan saya melanggar hukum saya siap hadapi itu,” kata Kerry, Kamis(9/4/2015).
Dikatakan, dirinya sudah cukup berusaha untuk mengsuskeskan proyek mega industri tersebut, jadi kalau ada yang memiliki niat untuk sengaja menghalanginya dirinya tidak segan-segan untuk melawan. Sebab kata dia, mega industri di Morosi dan Bondoala kelak akan menjadi penopang pemerintah daerah (Pemda) Konawe dan pemerintah provinsi Sultra dalam mempercepat program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat kedepan. Sehingga dirinya sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk bersama satukan visi dan misi membangun daerah.
“Karena kalau mega industri ini tidak jadi atau batal, maka siap-siap pemerintah akan dituntut oleh lembaga investasi internasional, karena perusahaan yang akan masuk menanamkan sahamnya di wilayah kita ini bukan perusahaan dari dalam negeri melainkan dari luar. Mestinya kita berbangga karena daerah kita terpilih menjadi salah satu dari sekian banyak kabupaten kota sebagai kawasan mega industri,” tukasnya.
Informasi yang berhasil dihimpun awak zonasultra.com, sebanyak 21 perusahaan asing sudah menyatakan kesiapan mereka untuk menanamkan sahamnya di kawasan mega industri Konawe, bahkan beberapa diantaranya sudah pernah meninjau secara langsung daerah yang berada di Kecamatan Morosi dan Kecamatan Bondoala itu. 
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Sultra, Nur Alam belum merestui pembangunan proyek mega industri tersebut karena tak masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi. Bahkan Nur Alam menyebutkan jika proyek tersebut tetap dilanjutkan akan berujung pada pidana.(Baca juga :Gubernur: Proyek Mega Industri Konawe Bisa Berujung Pidana)   
Namun dalam suatu kesempatan, komisi VI DPR RI justru sangat mendukung pembangunan proyek mega industri tersebut. Bahkan DPR siap mengawal hingga pembangunan proyek tersebut tuntas. DPR juga bahkan meminta Bupati Konawe melaporkannya jika ada pihak-pihak yang mencoba menghalang-halangi proyek tersebut. (Baca juga :Mega Proyek Rp 8 Triliun Konawe: Komisi VI DPR Yes, Gubernur No)   (Restu)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com