Tampilan Desktop


Miris, Dituntut Berprestasi di PON Tapi Makanan Atlet Terabaikan
247 Dibaca

Makanan Atlet parah

KELUHKAN MAKANAN : Para atlet Dayung PON Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengeluhkan menu makanan yang kurang hingga gizi yang ditenggarai dibawah standar. Inilah salah satu keluhan atlet dayung putri Sultra Julianti yang menulis diakun pribadinya yang mengeluhakn makanan. (FOTO FACEBOOK)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Jatah makanan yang tak cukup hingga gizi yang ditengarai dibawah standar, sepertinya tak ada hentinya dikeluhkan para atlet PON Sulawesi Tenggara (Sultra). Ironisnya, para pengurus KONI seolah tutup mata dan tak peduli dengan nasib mereka. Terbukti hingga kini masih saja ada keluhan soal makanan dari sejumah atlet terutama dari cabang olahraga (Cabor) Dayung.

Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan, mengingat PON tinggal menyisakan 9 hari lagi digelar di Bandung, Jawa Barat.

Pelatih dayung rowing Sultra Ratna mengatakan, keluhan soal makanan yang tak cukup hingga standar gizi yang tak sesuai sudah terjadi beberapa hari ini. Akibatnya ada atlet yang tidak dapat jatah makan.

Karenanya mantan atlet dayung andalan Sultra itu sangat menyayangkan kondisi ini. Menurutnya, seharusnya makanan atlet benar-benar diperhatikan oleh pengurus KONI dan cabor. Apalagi pelaksanaan PON sudah semakin dekat.

Berita Terkait :
Soal Makanan, Atlet dan Pelatih Datangi Ketua KONI
Diduga Konsumsi Makanan Tak Sesuai Standar, Atlet PON Sultra Sakit-sakitan
Satgas dan KONI Serahkan Persoalan Katering Ke PPK

Sementara itu atlet andalan Sultra Marjuki mengungkapkan, bagaimana mungkin target akan bisa direalisasikan jika kondisi makan yang disajikan untuk atlet seperti ini.

“Kami bingung, infonya makanan atlet Rp.120 ribu per orang per hari. Tetapi kondisi yang terjadi makanan kurang, ditambah lagi makanannya tidak sesuai dengan standar gizi yang kami butuhkan,” kata Marjuki kepada zonasultra.com, Selasa (6/9/2016).

Hal senada diungkapkan atlet dayung putri Sultra Julianti. Diungkapkannya, akibat makanan yang disajikan pihak katering, kondisi fisik atlet dayung mengalami penurunan yang drastis.

Bahkan ada beberapa atlet, berat badannya turun dari berat ideal yang dibutuhkan untuk bertanding dinomor yang akan diikuti.

“Contohnya pendayung yang turun dikelas berat harusnya berat idealnya minimal 65 Kg. Tapi kini beratnya turun hingga 63 kg. Kondisi seperti ini tentunya tidak boleh didiamkan dan harus disikapi oleh pengurus KONI Sultra,” terangnya.

Berita Terkait :
Makanan Kurang, Atlet PON Sultra Ngamuk
Pengamat Olahraga Kritis Menu Konsumis Atlet PON Sultra

Saking kecewanya, Julianti meluapkan kekesalannya di media sosial. Dalam akun pribadinya, pedayung putri andalan Sultra menulis “Makanan tiap hari begini teruss siapa yang telat makan, tempatnya saja yang didapat. Uang makan perhari 120 ribu perorang baru menunya begini saja, tidak sesuaimi kyknya ini, Makin dekat bertanding makin hancur makanan, Semakin didiamkan semakin hancur”.

Soal makanan ini, sudah sering kali dikeluhkan para atlet. Bahkan para atlet bersama pelatih pernah mendatangi ketua KONI Sultra Lukman Abunawas hingga mengadu ke DPRD. Namun faktanya hingga kini masih juga ditemukan makanan yang tak cukup dan gizi yang kurang memadai. (D)

 

Reporter : M Rasman Saputra
Editor     : Rustam

Tagged with: ,
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com