Tampilan Desktop



Modal Nyali, Kades Taipa di Konut Temui 4 Menteri Ajukan Bantuan
1534 Dibaca

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Hanya bemodalkan nyali, Burhan, Kepala Desa (Kades) Taipa, kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) nekad menemui empat menteri di Jakarta, karena niatnya ingin mengajukan bantuan untuk pembangunan di daerahnya.

Burhan, Kepala Desa (Kades) Taipa

Burhan

Menurutnya, pertemuan dirinya dengan para mentri itu untuk membantu Pemerintah Darah (Pemda) Konut dalam mengakses anggaran dari pemerintah pusat guna meningkatan ekonomi rakyat.

Empat menteri yang ditemui Burhan adalah Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri Pariwisata (Menpar), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia (MenDPDTT) dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Indonesia (MenPUPRI).

“Hari Rabu (19/7/2017), saya ke Jakarta. Hanya seorang diri, saya ketemu langsung empat Menteri. Saya cuma bermodalkan nyali dan keberanian. Yah, karena niat saya ini kan ingin memangun daerah dan memberikan kesejatraan kepada masyarakat. Dari pada kita menunggu bantuan yang tidak pasti mending kita jemput bantuan itu,” kata Burhan, Jum’at (28/7/2017).

Pertemuannya dengan Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kades Taipa meminta bantuan pembangunan pelabuhan peti kemas di desanya sebagai akses nelayan dan wisatawan. Termasuk kapal perusahaan-perusahaan. Menurutnya, melalui pelabuhan peti kemas itu bisa menjadi ladang Penghasilan Asli Desa (PAD).

Sementara di Kementerian DPDTT, dia mengajukan permohonan bantuan sejuta rumah untuk masyarakat miskin yang berada diseluruh wilayah Konut. Melihat banyaknya warga yang beum memiliki kediaman layak huni, salah satunya masyarakat Bajo.

Kemudian, pertemuannya di mentri PUPRI, Burhan membahas bantuan pembukaan jalan penghubung antara desa Taipa denga Pisiambu yang rencananya, desa itu akan dijadikan kampung nelayan.

Sedangkan di Kementrian Pariwisata, dia mengajukan permohonan bantuan pengembagan wisata pantai di Taipa, pulau Labengki dan permandian air panas di Wawolesea.

Destinasi ini sudah masuk dalam proram induk pariwisata segi tiga berlian oleh pemerintah pemda setempat.

Sayangnya, semua permohonannya itu tidak langsung diterima oleh empat kementrian tersebut, karena dalam berkas yang diajukan Burhan tidak dilengkapi dengan surat rekomendasi dari camatnya, bupati Bupati Konut dan Kepala Syahbandar Langara, bahkan gubernur.

“Oleh bupati, saya diinsturksikan untuk secepatnya memperbaiki semua syarat yang dibutuhkan, kemudian akan bersama-sama kepala dinas terkait kembali ke Jakarta untuk mengajukannya kembali ke kementrian,” ujarnya. (C)

 

Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Abdul Saban

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free