Tampilan Desktop



Nikmati Malam Tahun Baru di Tanjung Taipa, Empat Remaja Konut Dianiaya
300 Dibaca

Nikmati Malam Tahun Baru di Tanjung Taipa, Empat Remaja Konut Dianiaya

KORBAN PENGANIAYAAN – Salah satu korban yang diduga mengalami penganiayaan pada malam pergantian tahun Minggu (1/1/2017) pukul 03.00 Wita di wisata Tamjung Taipa Kecamatan Lembo. (ISTIMEWA)

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Sejumlah remaja asal Desa Mata Iwoi Kecamatan Andowia diduga mengalami penganiayaan di wisata Tanjung Taipa oleh beberapa pemuda. Aksi penganiayaan itu terjadi pada Minggu (1/1/2017) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, saat mereka sedang melakukan acara bakar-bakar ikan usai lepas malam tahun baru.

Kapolsek Sawa AKP Guntur yang dihubungi melalui sambungan telpon membenarkan adanya penganiayaan remaja Desa Mata Iwoi Kecamatan Andowia itu. Pihaknya telah mengidentifikasi para pelaku penganiayaan diperkirakan sebanyak empat orang.

“Sudah ada informasi pelaku yang kami terima, rencananya malam ini kami akan ketempat pelaku,” kata AKP Guntur.

Ia memperkirakan empat pelaku penganiayaan itu berjumlah empat orang berasal dari remaja Kecamatan Lembo. Para pelaku pada malam kejadian menggunakan kendaraan roda dua, yang tidak memiliki plat motor dan knalpot bogar.

“Yang masuk laporan ada empat orang korban penganiayaan. Para pelaku datang dan langsung memukul para korban, itu korban yang terbakar lututnya dia jatuh dibara api,” tutup AKP Guntur.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, ada sepuluh remaja Desa Mata Iwoi Kecamatan Andowia yang diduga menjadi korban penganiayaan. Diantaranya, berinisial DE, TO, AN, SA, DO, IN, DN, SO, KU, OA.

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Komisi A DPRD Konut Rasmin Kamil selaku paman korban menyesalkan aksi penganiayaan yang terjadi pada malam pergantian tahun di wisata Tanjung Taipa. Apalagi wisata tersebut merupakan salah satu tempat yang masuk dalam program pemerintah daerah segitiga berlian.

“Bayangkan mereka didatangi baru dipukul, habis itu diangkat baru dibakar satu-satu,” ujar Rasmin dengan nada geram, Selasa (3/1/2017) malam.

Secara kelembagaan, Rasmin Kamil mendesak jajaran Polsek Sawa untuk segera mengambil tindakan menangkap para pelaku penganiayaan. Jika hal tersebut dibiarkan, maka wisata Tanjung Taipa akan memberikan nama tidak baik kepada para pengunjung dari luar Konut.

“Orang Konut saja dianiaya, apalagi kalau dari luar Konut yang berkunjung. Ini tidak bisa dibiarkan, mereka (Pelaku) harus ditindak tegas,” katanya.

Hal yang sama juga diutarakan Ketua Komisi C Samir. Menurutnya, warga di sekitar wisata Tanjung Taipa semestinya bisa menerima tamu yang datang berkunjung di lokasi wisata tersebut. Bukan malah sebaliknya, rasa keamanan itu termyata tidak dapat diberikan.

“Harusnya tamu diberikan pelayanan lebih bagus, kalau ada yang berkunjung itu mereka nyaman. Bagaimana mau ada pengunjung kalau masyarakat sekitar tidak menjamin keamanan,” kesalnya.

Politisi Hanura itu mengancam, jika pemerintah Kecamatan Lembo dan Desa Taipa tidak dapat menjamin keamanan, maka secara kelembagaan dirinya mengancam akan merekomendasikan wisata Tanjung Taipa untuk ditutup.

“Kalau begitu mendingan kita tutup, masih ada tempat wisata lebih aman. Bayangkan pengunjung di bakar hidup,” ancamnya.

“Kita akan panggil Kades Taipa dan Camat Lembo karena ini wilayahnya, mereka harus bertanggungjawab. Kadis Pariwisata juga akan kita panggil, jangan cuman argumen saja realita di lokaso wisata tidak ada rasa aman,” tandasnya. (B)

 

Reporter : Murtaidin
Editor : Kiki

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com