Tampilan Desktop


Nur Sinapoy Persembahkan WDP Untuk Konkep
35 Dibaca

Sebuah prestasi yang membanggakan ditorehkan oleh Nur Sinapoy diakhir masa jabatannya sebagai Penjabat Bupati (Pj) Konawe Kepulauan (Konkep).  Adalah pencapaian Wajar Tanpa Pengecualian (WDP) yang berhasil diukirnya. WDP diberikan kepada Pemda Konkep oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sultra atas keberhasilan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan yang baik dan transparan.

Sebagai daerah otonomi baru (DOB) yang baru berusia 1 tahun lebih, pencapaian tersebut tentulah sebuah prestasi yang patut diacungkan jempol. Sebab, banyak daerah di Sultra yang sudah lebih dulu mekar justru baru mendapatkan WDP, bahkan masih ada daerah yang belum sama sekali mendapatkan predikat ini.

Pemberian WDP kepada Pemda Konkem diumumkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sultra, Nelson Ambarito dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah  (LKPD) Konkep tahun 2014 kepada ketua DPRD, Musdar.  Selanjutnya  WDP tersebut diserahkan kepada Plt. Bupati Konkep, Masmuddin hari Selasa (4/8/2015) lalu.

 “Ini adalah wujud tanggung jawab dari sistem pemerintahan yang baik, semua itu tak lepas dari kedisiplinan beliau (Nur Sinapoy) ketika memangku jabatan sebagai penjabat bupati sehingga bisa mendapatkan predikat ini,” ujar Nelson Ambarito.

Menurut Nelson Ambarito, predikat WDP ini akan menjadi motivasi semua pihak dalam mengimplementasikan kerja yang lebih baik dan maksimal.  Apalagi tahun ini  menggunakan akrual sehingga  sistem pelaporan keuangan lebih kompleks dan rumit.  (Advertorial)

SIMDA, Kunci Sukses Raih WDP

Penerapan sistem informasi manajemen daerah (Simda) yang baik disemua sektor oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Kepulauan (Konkep) menjadi kunci sukses meraih opini Wajar dengan Pengecualian (WDP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sultra.

acara konkeppp“Kami bekerja sesuai mekanisme, dan kami yakin tidak akan ada masalah dan juga dengan penggunaan Simda,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Abdul Kahar Muzakir.

Dengan meraih WDP, ini menjadi contoh bagi daerah lainnya di Sultra. Terlebih lagi daerah Konkep yang merupakan daerah otonomi baru yang baru berusia semur jagung yakni 1 tahun lebih. Padahal menurut BPK, butuh waktu 5 sampai 7 tahun untuk meraih predikat ini.

Keterbatasan fasilitas ternyata tidak menjadi kendala bagi Pemda setempat. “Justru hal ini kami jadikan motivasi dalam mendorong kinerja yang baik sehingga dapat menertibkan keuangan dan aset daerah dan bisa mendapatkan predikat yang lebih baik ditahun mendatang,” ujarnya. (***)

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com