Tampilan Desktop



Oknum Polisi di Muna Tembak Seorang Warga Hingga Tewas
4038 Dibaca

Oknum Polisi di Muna Tembak Seorang Warga Hingga Tewas KORBAN PENEMBAKAN – La Ode Sihu (43) saat sudah terbaring tak bernyawa di UGD RSUD Muna didampingi oleh kakak korban La Ode Malefu, Jumat (16/6/2017). (Kasman/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, RAHA – Seorang oknum polisi di Kabupaten Muna berinisial Brigadir AWL yang bertugas di Polsek Tampo menembak salah seorang warga atas nama La Ode Sihu (43) hingga tewas, Jumat (16/6/2017) sekitar pukul 03.00 wita dinihari.

Korban yang berdomisili di RK 7 Kelurahan Napabalano, Kecamatan Napabalano, ditembak oleh oknum polisi di samping kapal penyeberangan Ferry Tampo-Torobulu KM. Rumbia. Pelaku penembakan oknum polisi ini sempat mengantar korban sampai di puskesmas terdekat namun naas korban meninggal dunia.

Istri korban, Wa Ode Marlina mengungkapkan, suaminya pada pukul 18.00 wita meminta ijin kepada orang di rumah untuk pergi memancing. Namun sekitar pukul 03.30 Wita tiba-tiba mendengar kabar dari anaknya bahwa bapak dikena tembakan.

“Kemudian saya tanya sama anakku, kenapa bisa bapakmu dikena tembakkan, dan anak saya menjawab bapak lagi memancing di pinggir kapal Fery KM. Rumbia dan kebetulan anak saya kerja di kapal itu,” ucapnya saat di temui di ruang UDG RSUD Muna, Jumat (16/6/2017).

Kata Marlina, saat menanyakan kepada anaknya bahwa siapa yang tembak bapaknya, anaknya tidak mengetahui juga. Sebab dia masih di atas kapal fery itu.

Sementara itu, kakak korban bernama La Ode Malefu mengatakan, bahwa pada saat terjadi penembakan dirinya tidak berada di lokasi kejadian. Dia hanya mendengar informasi bahwa adiknya di tembak sekitar pukul 03.00 wita.

Dia menjelaskan bahwa setelah berada di Puskesmas Tampo, ia mendengar cerita kalau pada saat mendengar tembakan itu, adiknya langsung terbaring. Kemudian ia dibawah ke puskesmas terdekat.

Saat di tanyai alasan kenapa sampai adiknya ditembak sampai sekarang ini La Ode Malefu tidak mengetahuinya.

“Adik saya itu ditembak di bagian pinggang kanan,” ungkapnya.

Untuk itu, selaku keluarga berharap segera diproses hukum pelakunya. “Keinginan kami sekeluarga oknum polisi itu dipecat dari dinasnya,” ucapnya.

Untuk diketahui, sampai saat diturunkan berita ini pihak Polres Muna belum bisa memberikan konfirmasi terkait kasus penembakan yang dilakukan oleh Brigadir AWL yang bertugas di Polsek Napabalano. (A*)

 

Reporter  : Kasman
Editor.      : Rustam

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

5 Comments

  1. Harjon 16 Juni 2017 at 4:14 pm

    Saya Selaku masyarakat tampo sangat sedih mendengar hal ini, tapi peryataan diatas tidak sesuai dengan fakta.. Tolong lebih dianalisa lagi kronologi kejadian..

  2. Acho Thizar 16 Juni 2017 at 7:26 pm

    Nyimak aja….sambil nunggu kabar selanjutnya

  3. Warga Sultra 17 Juni 2017 at 1:11 am

    Innalillah… Semoga kita selalu sabar dan tabah menghadapi masalah seperti ini. Allah maha tahu atas segala yang terjadi….

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com