Tampilan Desktop



Orang Ini Mencuri, Ditembak Polisi, Tuntut Biaya Pengobatan ke Polres Kolaka
56 Dibaca

Otang yang ditangkap tim buru sergap (buser) Polres Kolaka pada tanggal 29 November tahun lalu karena disangka sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan di PT Sultra Jaya Sejahtera (SJS) di bulan yan

Otang yang ditangkap tim buru sergap (buser) Polres Kolaka pada tanggal 29 November tahun lalu karena disangka sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan di PT Sultra Jaya Sejahtera (SJS) di bulan yang sama. Aksi ini mengakibatkan rusaknya satu buah alat berat dan hilangnya beberapa unit komputer di PT SJS. 
Dalam aksi itu, Otang ces juga melukai beberapa orang security di perusahaan penyedia jasa pertambangan nikel di Pomalaa itu. Akibat aksinya itu, dia harus menjalani operasi pengeluaran peluru di betis kirinya akibat tembakan polisi saat hendak ditangkap.
Kuasa Hukum Otang, Anselmus Masiku, melalui telepon selulernya meminta agar Polres Kolaka segera mengganti biaya perawatan dan pengobatan kliennya selama berada di rumah sakit.
“Tindakan penembakan itu dilakukan oleh aparat kepolisian. Dan saat ini klien kami berstatus tersangka. Sudah jadi kewajiban polisi untuk menjamin kesehatan dan keselamatan klien kami, selama masih berstatus tersangka. Untuk itu, mereka (Polres) harus mengganti rugi biaya pengobatan yang telah dikeluarkan klien kami akibat penembakan ittu,” tegas Ansel di Kolaka, Jumat (23/1/2015).
Menurut Ansel, selama ditahan sampai berstatus tersangka, kliennya tidak mendapatkan perawatan medis dari pihak Polres Kolaka. Nanti setelah ditahan di Rutan Kolaka, barulah ada upaya perawatan dan tindakan medis. Itupun tindakan operasi itu, kata Anselmusm, dilakukan atas perintah kepala Rutan Kolaka, bukan dari Polres Kolaka. 
“Perlu diingat bahwa beban biaya operasi dan obat-obatan Otang ditanggung oleh keluarganya sendiri. Dimana tanggungjawab polres dalam hal ini?” katanya.
Ansel menilai, upaya pemberian fasilitas perawatan dan pengobatan kliennya terkesan dihalang-halangi oleh pihak Polres Kolaka. Sejak ditahan bulan Nomvember sampai akhir Desember tahun lalu, keluarga Otang tidak diberi keleluasaan untuk melakukan upaya perawatan dan pengobatan terhadap Otang.
Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari itu mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh mantan Kapolres Kolaka AKBP Andi Anugrah yang tidak berperikemanusiaan itu. Anselmus mengaku telah melaporkan tindakan mantan Kapolres Kolaka itu ke Propam Polda Sultra.(*/saban)
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free