Tampilan Desktop



Panen 90 Ton Jagung, Pemda Konut Tepis Isu Gagal Tanam
150 Dibaca

Panen 90 Ton Jagung, Pemda Konut Tepis Isu Gagal Tanam HASIL PANEN – Sebanyak 90 ton hasil panen jagung masyarakat di Kecamatan Wiwirano dan Molawe Kabupaten Konawe Utara (Konut) tengah diangkut disebuah truk untuk selanjutnya dikirim ke PT Jafpa Makassar salah satu mitra masyarakat dan Pemda setempat membeli hasil panen jagung. (Jefri/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU– Ratusan Masyarakat Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) di dua Kecamatan yakni, Kecamatan Wiwirano dan Molawe melakukan panen jagung. Jagung hibirida merupakan salah satu program pemerintah Konut dalam meningkatkan perekonomian masyarakat untuk swasembada pangan.

Hasil panen jagung itu mencapai 90 ton dari ratusan hektar lahan jagung. Sebelumnya, masyarakat juga telah memanen sebanyak 20 ton. Jagung jenis Hibrida para petani itu telah diolah menjadi pakan ternak langsung dikirim ke PT Jafpa Makassar yang merupakan mitra Pemda setempat, untuk membeli hasil panen para petani. Harga yang dibeli perusahaan tersebut sebesar Rp 3.250 per kilogram.

Salah seorang warga Kecamatan Wiwirano, Ridwan mengaku, sangat bersyukur dengan program pemerintah itu. Dirinya yang tergolong hidup pas-pasan merasa sangat terbantu karena mulai dari segi fasilitas alat, pupuk, bibit dan modal difasilitasi oleh pemerintah.

“Hasil Panen saya ada 16 karung sudah dikirim di PT Jafpa. Ya, namanya kita bukan lahan kebun harus sabar karena bukan pekerjaan ringan, tapi alhamdulillah hasilnya sudah bisa kita nikmati. Kebutuhan keluarga juga pelan-pelan bisa teratasi,” kata Ridwan di lokasi penampungan jagung.

Muksin, warga Kecamatan Molawe juga mengungkapkan, awalnya dia bersama keluarganya pesimis untuk melakukan penanaman jagung di lahan miliknya karena ragu jika hasil panen nantinya terbengkalai. Namun dengan niat untuk mencoba mengikuti program nasional dari Kementerian Pertanian (Kementan) itu ternyata membuahkan hasil dan bisa menanggulangi biyaya hidup sehari-harinya.

“Tanam jagung ini memang berat dan akan gagal kalau kita hanya tanam terus didiamkan saja. Butuh kesabaran,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Konut, Raup mengapresiasi kerja masyarakat yang mau mensukseskan program penanan jagung Hibrida itu. Hal itu juga membuktikan bahwa program tersebut berjalan baik dan bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Saat ini, lanjut Rauf, beredar isu bahwa masyarakat Konut mengalami kerugian besar atas program ini. Isu yang beredar menyebutkan bahwa asuransi yang dijanjikan juga tak ada bukti sampai dengan program penanaman jagung 10.000 hektar digembar-gemborkan tak akan terselesaikan. Akibatnya, banyak masyarakat percaya sehingga mereka pesimis menjalankan kegiatan tersebut.

Namun, lanjut politisi PAN ini, hal itu secara perlahan dapat ditepis dengan hasil panen masyarakat yang melimpah dan telah dikirim dengan jumlah sampai saat ini sebanyak 110 ton. Dijelaskan, soal kegagalan dalam program tersebut pasti ada, namun hanya sebagian kecil yang disebabkan oleh cuaca saat ini.

Soal asuransi Jasindo yang telah bermitra dengan pemda mempunyai prosedur secara tehnis untuk dapat direalisasikan, yakni petani yang bisa diklaim asuransi saat mengalami gagal panen adalah petani ketika cair kreditnya di bank dalam rangka penanaman jagung wajib menyetorkan iurannya ke asuransi tersebut.

“Sehingga jika mengalami kegagalan bisa diklaim, inilah yang kurang dipahami sebagian besar masyarakat. Masa mau terima dana asuransi sementara tidak membayar iurannya, apa ada asruansi seperti itu? Masa mau bertanggung jawab sementara iuarannya tidak pernah bayar,” tukasnya. (B)

 

Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Tagged with: ,
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free