iklan zonasultra

Panitia Cabor Muay Thai Diduga Curang di Pertandingan Wakatobi Vs Kota Kendari

Panitia Cabor Muay Thai Diduga Curang di Pertandingan Wakatobi Vs Kota Kendari
MUAY THAI - Pertarungan antara atlet dari Kabupaten Wakatobi Andryawan Darmita melawan atlet Kota Kendari Burhanuddin pada. (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Panitia penyelenggara cabang olahraga (Cabor) Muay Thai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) XIII di Kolaka, diduga melakukan kecurangan pada pertandingan antara atlet Wakatobi Andryawan Darmita melawan atlet Kota Kendari Burhanuddin.

Manager cabang olahraga Muay Thai Wakatobi, Hasim mengungkapkan dugaan kecurangan itu semakin terlihat ketika kedua petarung tersebut berhadapan di atas ring dengan postur yang sangat jauh berbeda.

“Amatan seluruh penonton tadi itu kita yang seharusnya menang. Setelah itu kita protes dan meminta agar panitia menimbang kembali berat badan lawan kita, karena kita curiga memang berat badannya akan beda dengan atlet kita yang beratnya 57kg,”ungkapnya saat ditemui di area ring cabor Muay Thai, Kolaka, Kamis (6/12/2018).

Pihaknya, lanjut Hasim, sudah melakukan kroscek, rupanya selisih berat badan atlet Wakatobi dengan atlet kota Kendari itu sekitar 10 kg lebih, yakni 57 kg berat badan atlet Muay Thai Wakatobi dan 78 kg lebih berat badan atlet Kota Kendari.

“Karena kita sudah tahu kedoknya mereka sehingga mereka memberi alasan lagi kalau kita terlambat mendaftar. Sementara mereka tidak transparan memberikan informasi kepada kita soal berat badan lawan dan tidak penimbangan berat badan lagi sebelum pertandingan dimulai, sehingga kita berkesimpulan bahwa memang ini sudah diatur oleh pihak mereka sebelumnya. Dan pada akhirnya juga kita yang dimenangkan karena terungkap settingannya,” tegasnya.

Bachri Bachtiar
Bachri Bachtiar

Di tempat yang sama Ketua Pengprov Muay Thai Sultra, Bachri Bachtiar membantah bahwa pihaknya telah melakukan kecurangan pada atlet Wakatobi.

Pasalnya, atlet Wakatobi yang tidak menimbang dan waktu itu mereka mendaftar pada injury time serta menjadi pendaftar terakhir. Sehingga tidak ada indikasi panitia mau mencurangi berat badan.

“Dan tadi itu saya juga tidak timbang, kecuali kalau mereka menimbang sendiri karena saya tidak melihat timbangannya. Kami memenangkan Wakatobi karena kami mentolerir 1kg atau over 1kg. Sementara lawannya dari kota Kendari beratnya 78 kg lebih dan Wakatobi beratnya 57kg 7 ons, sehingga kami memenangkan Wakatob,” kata Bachri.

Sebagai informasi Cabor ini diikuti oleh oleh enam kabupaten/kota dengan jumlah peserta sebanyak 63 orang. (b)

 


Kontributor : Nova Ely Surya
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib