Tampilan Desktop

Pasca Insiden Buruh Pelabuhan Tewas, Syahbandar Baubau Surati BPJS Ketenagakerjaan
88 Dibaca

ZONASULTRA.COM, BAUBAU– Pasca insiden meninggalnya La Ponu (42), seorang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Murhum Baubau, pekan lalu, Syahbandar Baubau langsung melayangkan surat ke kantor Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan setempat.

Saling Gesek, Buruh Pelabuhan di Baubau Tewas Tenggelam

Ilustrasi

Kepala Pengawasan TKBM Pelabuhan Murhum Baubau, Hasbi Hasim yang ditemui di kantornya Senin (22/2/2016) mengungkapkan, berdasarkan UU Ketenaga Kerjaan setiap tenaga kerja memiliki hak dan kewajiban.

“Jika melihat kasus yang menimpa korban, hal tersebut masuk dalam ranah kecelakaan kerja,” kata Hasbi Kasim.

Menurut Hasbi Kasim, saat ini sedikitnya ada sekitar 355 orang pekerja yang terdaftar di TKBM yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Korban sendiri temasuk tenaga kerja yang terdaftar secara resmi di Serikat TKBM dan rutin membayar iuran wajib setiap anggota.

Ia menambahkan, bedasarkan peraturan yang ada dan dijamin UU, hal yang melekat pada setiap tenaga kerja yakni jaminan keselamatan kerja, jaminan kematian dan jaminan pensiun.

Mantan koordinator TKBM Pelabuhan Murhum Baubau ini melanjutkan, terkait dengan kejadian yang menyebabkan meninggalnya satu pekerja di Pelabuhan Murhum Baubau, ia  menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang sementara berjalan.

“Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian kita mengikut saja bagaimana proses selanjudnya, untuk korban sudah dipulangkan di kampung halamannya di Kabupaten Muna untuk dimakamkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penertiban Syahbandar Baubau, Abudul Rahmat mengatakan pihak Syahbandar dalam memberikan kenyamanan dan ketertiban di arel pelabuhan sudah memiliki standar pengamanan.

“Kita sudah ada petunjuk secara langsung dimana kewajiban dalam memberikan kenyamanan kepada seluruh penumpang dan pengunjung ketika berada di areal pelabuhan, namun kita tidak bisa pungkiri dalam sehari ada sekitar ribuan masyarakat yang melakukan aktifitas, sehingga tidak bisa terpantau secara mendetail kepentingan setiap orang,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban tewas tenggelam saat mengangkat barang dan terjatuh diantara kapal Cepat tujuan Kendari di pelabuhan Murhum Baubau. Sebelum kejadian tewasnya La Ponu, ada kejadian atau gesekan antara buruh pelabuhan ilegal dan para buruh yang resmi terdaftar di pihak Syahbandar Baubau.

 

Penulis : Mulyadi
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com