Tampilan Desktop


Pelaku KDRT di Wakatobi Resmi Ditahan
869 Dibaca

Pelaku KDRT di Wakatobi Resmi Ditahan KORBAN KDRT – Ratnilam(42) juga anaknya Fathia Ode(24) saat mendatangi Polsek Wangsel. Haerudin alias La Meti (47), Kepala Bidang (Kabid) Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Wakatobi yang menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) resmi ditahan, Jumat (21/7/2017). (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Haerudin alias La Meti (47), Kepala Bidang (Kabid) Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Wakatobi yang menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Ratnilam (42) juga anaknya Fathia Ode (24) resmi ditahan.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wangi-wangi Selatan (Wangsel) Ipda Juliman menyebutkan, setelah kurang lebih satu minggu melakukan penyelidikan, pihaknya akhirnya menahan Haerudin usai melakukan pemeriksaan selama beberapa jam.

“Setiap laporan yang masuk kita lakukan penyelidikan guna menentukan apakah peristiwa tersebut merupakan tindak pidana atau bukan. Jika peristiwa itu merupakan tindak pidana maka penanganan kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan,” terang Ipda Juliman di ruang kerjanya, Jumat (21/7/2017).

Berita Terkait : Gegara Aniaya Isteri, Pria Asal Wakatobi Ini Dilaporkan ke Polisi

Ia menjelaskan, jika kemarin pihak korban menilai lamban proses penahanan terhadap pelaku KDRT itu karena setiap kasus mempunyai tingkat kesulitan pembuktian yang berbeda-beda.

“Penyidik dalam melakukan serangkaian penyidikan tersebut harus mempedomani sistem pembuktian yang dianut dalam hukum positif di Indonesia. Dan tentunya merupakan suatu proses yang memerlukan waktu dan setiap kasus mempunyai tingkat kesulitan pembuktian yang berbeda-beda. Penanganan kasus ini berjalan secara normal, profesional dan prosedural sesuai hukum atau aturan perundang-undangan, baik bersifat lex specialist maupun yang bersifat umum,” jelasnya.

Atas penahanan yang dilakukan Polsek Wangsel terhadap ayahnya, Fathia Ode mengaku lega dan merasa tidak terancam lagi. “Saya berharap supaya dia diadili sesuai apa yang telah dia lakukan. Dan harapan terbesar saya agar dia bisa menyadari kesalahannya, menyadari bahwa dia memiliki anak-anak yang harus dia sayangi dan pelihara karena itu adalah tugas dan tanggung jawabnya sebagai bapak,” ujar Fathia.

Berita Terkait : Polsek Wangsel Surati Kabid Satpol PP Atas Kasus KDRT

Atas perbuatannya pelaku KDRT terancam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014, Pasal 44 (1) dengan hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 juta. (B)

 

Reporter: Nova Ely Surya
Editor: Jumriati

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free