Tampilan Desktop


Pembahasan APBD-P Terbengkalai, DPRD Bombana Tuai Kritikan
108 Dibaca

anggota-dprd-tidak-qorum-pembahasan-apbd-p-tertunda-lagi

Sidang APBD-P : Ruang sidang DPRD Bombana terlihat kosong akibat skorsing sidang pembahasan APBD-P pada Senin (10/10/2016), Sidang pembahasan APBD-P sudah dua kali tertunda karena tidak quorum. (Andi Hasman/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, RUMBIA – Sikap sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang ogah membahas Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) yang sudah dua kali tertunda karena tidak quorum, kini menuai kritikan dari masyarakat.

Salah seorang tokoh pemuda Bombana Arman Karia menilai, sikap sejumlah anggota dewan yang menolak membahas APBDP menunjukkan arogansi dan ketidak berpihakan kepada masyarakat.

Menurutnya, semestinya dewan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan politik maupun pribadi.

Batalnya pembahasan APBDP yang disebabkan tidak quorumnya anggota DPRD yang hadir menunjukkan jika mereka sudah melupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

“Terlepas dari kepentingan politik, kepentingan masyarakat banyak lah yang paling utama. Itu merupakan tugas dari para wakil rakyat,” kata Arman, Selasa (11/10/2016).

Mantan aktivis UHO ini mengatakan, jika hal ini dibiarkan berlarut- larut, maka yang merasakan dampaknya adalah masyarakat.

Ditempat terpisah, salah satu lembaga yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Bombana Bersatu, Sulharjan, turut menanggapi masalah ini.

Menurut Sulharjan, anggota DPRD setempat ini seolah melupakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga legislasi, pengawasan dan penganggaran.

Berita Terkait :
APBDP Bombana Kembali “Disandera” Anggota Dewan, BK Diminta Segera Bertindak Tegas
Anggota DPRD Tidak Kuorum, Pembahasan APBD-P Bombana Tertunda lagi

Dikatakan, apabila satu fungsi tentang pembahasan anggaran saja tidak dapat dilaksanakan dengan baik, terlebih lagi dua fungsi lainnya yang menjadi tanggung jawab mereka sudah pasti juga akan terbengkalai.

“Mereka dipilih untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tapi kalau sudah begini, ini namanya pembodohan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 orang anggota dewan setempat tidak hadir dalam sidang pembahasan APBDP yang dihadiri Pj. Bupati Sitti Sulaeha. Ini kali kedua APBDP tertunda dibahas, setelah pekan lalu, jumlah anggota dewan yang hadir tidak quorum. (B)

 

Reporter : Andi Hasman
Editor : Rustam

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com