Tampilan Desktop



Pemda Wakatobi Lepas 90 Mahasiswa KKN dari UGM
114 Dibaca

Pemda Wakatobi Lepas 90 Mahasiswa KKN dari UGM PELEPASAN KKN – Pemerintah Daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melepas 90 orang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah itu, di gedung Dharma Wanita Wangiwangi, Kamis (3/8/2017). (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Pemerintah Daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melepas 90 orang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah itu.

Pelepasan sejumlah mahasiswa yang sejak sebulan lalu berada di kecamatan Wangi-wangi, Wangi-wangi Selatan dan Tomia dilakukan oleh Asisten III Sekretariat Daerah setempat, La Ode Saharumu di Gedung Dharma Wanita Kecamatan Wangi-wangi, Kamis, (3/8/2017).

Dalam sambutannya di acara itu, La Ode Saharumu mengapresiasi sejumlah keberhasilan program KKN mahasiswa UGM itu selama berada di Wakatobi.

Dia menjelaskan, sejumlah keberhasilan itu diantaranya adalah membantu pemberdayaan masyarakat di desa Waginopo dan Maleko Kecamatan Wangi-wangi serta empat desa dj Pulau Kapota dan kecamatan Tomia.

“Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi berterima kasih atas kehadiran Mahasiswa UGM yang sudah bekerja yang sebagian membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, dan juga kegiatan yang mengarah keperkembangan Desa terkhusus Daerah Wakatobi,” ujar La Ode Saharumu.

Di tempat yang sama, dosen pembimbing lapangan program KKN Mahasiswa UGM, Abdul Rahmat berharap, program serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun selanjutnya, tentunya dengan kerjasama pemda Wakatobi agar

Dia melihat, keberlanjutan program itu dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswanya di masing-masing jurusan.

Selama menggelar program KKN, kata Abdul Rahmat, pihaknya telah melaksanakan Tridharma perguruan tinggi, yakni; pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berterimakasih sudah memperoleh banyak data mengenai potensi pariwisata Wakatobi,” kata Abdul Rahmat.

Dia melihat program eco-toursim yang menjadi setor unggulan Pemda Wakatobi harus ditopang dengan kelestarian lingkungan agar menjadi tempat wisata.

Selain itu, dia juga melihat perlunya edukasi bagi masyarakat lokal agar mereka mampu mengelola kepariwisataan. Edukasi yang dimaksud Abdul Rahmat diantaranya berupa pelatihan. Utamanya edukasi tentang pengelolaan sampah.

“Jadi yang kami dapatkan di Wakatobi konkretnya, pengalaman mengenai tata kelola khususnya wilayah kepariwisataan, sebagai visi kabupaten maritim yang memiliki daya saing,” imbuhnya. (B)

 

Reporter : Nova Ely Surya
Editor : Abdul Saban

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free